Raih Empat Emas, Karate Jabar Bersinar di Filipina

  • 23 Agt 2026 19:49 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet karate Jawa Barat di ajang internasional. Kontingen Jabar berhasil membawa pulang empat medali emas dari kejuaraan bertajuk 7th Manuel Veguillas Philippine Open Karate 2026 yang berlangsung di Tagaytay, Filipina, 20-22 Agustus 2026.

Empat medali emas tersebut diraih oleh empat atlet yang dikirim Jawa Barat untuk mengikuti kejuaraan bergengsi tersebut. Hasil itu menjadi bukti bahwa pembinaan atlet karate di Jawa Barat mampu bersaing dengan para karateka dari berbagai negara.

Medali emas pertama dipersembahkan Nazwa Septakirani melalui nomor kumite -47 kilogram kadet putri. Nazwa mampu menunjukkan ketenangan dan konsistensi sepanjang pertandingan hingga akhirnya berdiri di podium tertinggi.

Emas berikutnya diraih Arumy Emeraldiannisa pada nomor kumite -66 kilogram junior putri. Penampilan Arumy yang solid membuatnya berhasil mengamankan medali emas sekaligus menambah koleksi gelar bagi kontingen Jawa Barat.

Dua emas lainnya disumbangkan Mirza Sukma dan Alif Afifan Arana Kusuma. Mirza menjadi juara pada nomor kumite -52 kilogram kadet putra, sedangkan Alif memastikan emas keempat Jawa Barat melalui nomor kumite -63 kilogram kadet putra.

Pelatih tim karate Jawa Barat, Tanri Rizky Djabar, mengapresiasi perjuangan para atlet yang dinilainya mampu tampil maksimal dengan tetap mengedepankan nilai sportivitas. Menurutnya, pencapaian tersebut tidak terlepas dari persiapan matang serta dukungan fasilitas dari FORKI Jawa Barat dan KONI Jawa Barat.

“Pelaksanaan training camp yang berlangsung di GOR Sazakawa serta sebelum bertanding dengan timnas junior dan senior Filipina sangat berpengaruh. Para atlet bisa dengan cepat menyesuaikan dengan tantangan yang mereka hadapi selama di Filipina, terutama dengan karakter bertarung atlet-atlet di sini,” kata Tanri melalui sambungan telepon, Sabtu 22 Agustus 2026.

Tanri menjelaskan, kejuaraan tersebut juga memiliki tingkat persaingan yang cukup tinggi karena menjadi bagian dari rangkaian seleksi tim nasional Filipina untuk kategori kadet dan junior. Meski menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda, atlet Jawa Barat mampu beradaptasi dengan pola pertandingan serta atmosfer kompetisi internasional.

“Para atlet karate Jawa Barat tidak gentar menghadapi persaingan. Mereka mampu beradaptasi dengan gaya bertanding lawan dan kondisi pertandingan di atas matras. Ini menjadi pengalaman penting bagi perkembangan mereka,” ujarnya.

Tanri berharap keberhasilan meraih empat medali emas tidak membuat para atlet cepat berpuas diri. Ia menilai pengalaman dari Filipina harus menjadi modal untuk meningkatkan kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kompetisi dengan level yang lebih tinggi.

“Semoga dari kejuaraan ini, yang terpenting adalah pembelajaran bagi setiap atlet. Harapannya para atlet tidak cepat puas dengan hasil yang mereka raih karena tantangan ke depan pasti lebih berat,” tegas Tanri.

Sementara itu, salah seorang atlet Jawa Barat, Alif Afifan Arana Kusuma, mengaku mendapatkan pengalaman berharga selama tampil di Filipina. Selain menambah jam terbang bertanding di luar negeri, kejuaraan tersebut menurutnya turut mengasah mental dan memperkenalkan atmosfer pertandingan yang berbeda dibandingkan kompetisi di Indonesia.

“Semoga hasil ini menjadi kado indah bagi FORKI Jabar. Kami juga mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak, terutama kepada jajaran pengurus FORKI Jabar, khususnya Pak Ketua Umum Gianto Hartono,” kata Alif.

Keberhasilan empat karateka Jawa Barat membawa pulang empat medali emas sekaligus menjadi catatan positif bagi pembinaan olahraga karate di daerah tersebut. Hasil di Filipina diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan dan menjaga konsistensi prestasi di level nasional maupun internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....