Kedepankan Prestasi, FORKI Jabar Kirim Empat Atlet ke Kejuaraan Karate Filipina

  • 18 Agt 2026 14:26 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Jawa Barat mengirimkan empat atlet muda untuk mengikuti 7th Manuel Veguillas Philippine International Open Karate Championship 2026 and Joint Training Camp di Tagaytay City, Filipina.

Kejuaraan tersebut dijadwalkan berlangsung di Tagaytay CT Velodrome, Tagaytay City, Filipina, pada 20–23 Agustus 2026. Selain mengikuti pertandingan terbuka, para atlet juga dijadwalkan menjalani agenda joint training camp sebagai bagian dari pengalaman bertanding di level internasional.

Empat atlet yang dipercaya mewakili Jawa Barat berasal dari sejumlah perguruan karate. Mereka adalah Nazwa Septakirani Nugraha dari Inkanas Kota Bandung yang turun di nomor kumite cadet putri kelas -47 kilogram.

Selanjutnya, Arumy Emeraldiannisa dari KKI Kota Bandung akan tampil pada kategori junior putri kelas -66 kilogram. Sementara itu, Mirza Sukma yang juga berasal dari KKI Kota Bandung akan berlaga di kategori cadet putra kelas -52 kilogram.

Satu atlet lainnya, Alif Afifan dari BKC Kota Bogor, dipersiapkan untuk bertanding di kategori cadet putra kelas -57 kilogram. Keempat atlet tersebut akan turun pada kategori kadet dan junior, baik nomor kumite maupun kata sesuai dengan kelas pertandingan yang diikuti.

Selain membawa atlet, kontingen Jawa Barat juga diperkuat Ferry Fendrian yang bertugas sebagai wasit. Sementara posisi pelatih dipercayakan kepada Tanri Rizky Djabar untuk mendampingi sekaligus memastikan kesiapan atlet selama mengikuti rangkaian kegiatan di Filipina.

Ketua FORKI Jawa Barat, Gianto Hartono, mengatakan keberangkatan atlet ke ajang internasional tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam menjaga kesinambungan pembinaan dan prestasi karate. Menurutnya, efisiensi anggaran tidak boleh menghilangkan tanggung jawab terhadap pembinaan atlet.

“Pada dasarnya kami yang berkewajiban membantu pemerintah supaya keprestasian tetap terjaga. Sebagai pimpinan, kami harus bertanggung jawab menjaga prestasi ini tetap berada di jalur yang seharusnya,” ujar Gianto.di gedung KONI Jabar.Selasa 18 Agustus 2026.

Gianto menambahkan, keputusan mengirimkan atlet ke Filipina merupakan hasil kesepakatan bersama jajaran FORKI Jawa Barat. Ia menyebut kekompakan antara bidang pembinaan prestasi, sekretaris umum, bendahara, dan tim inti menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan program pembinaan atlet.

“Alhamdulillah, karena kekompakan teman-teman, kami berkomitmen untuk tetap menjaga keprestasian ini. Dengan segala kesulitan yang ada, keputusan kami bersama adalah prestasi tetap harus dijaga sebaik mungkin,” katanya.

Sementara itu, Binpres FORKI Jawa Barat, Arif Herdiana, menegaskan keberangkatan tersebut menjadi bentuk tanggung jawab organisasi terhadap masyarakat karate Jawa Barat. Ia menjelaskan, para atlet yang dikirim merupakan hasil pemantauan dari program sirkuit yang digelar FORKI Jabar secara periodik dan dinilai memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Ini adalah wujud tanggung jawab kami terhadap masyarakat karate Jawa Barat. Hasil dari sirkuit harus kami apresiasi dengan memberikan kesempatan kepada atlet-atlet yang dipandang mampu berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional,” kata Arif.

Menurut Arif, pemilihan kategori kadet dan junior dilakukan sebagai bagian dari investasi jangka panjang pembinaan atlet Jawa Barat. Para atlet muda tersebut diharapkan memiliki pengalaman internasional yang dapat menjadi modal penting untuk menghadapi persaingan pada ajang lebih besar di masa mendatang, termasuk PON.

“Kalau atlet nasional senior biasanya diberangkatkan oleh perguruan atau tim nasional. Kami memilih atlet-atlet muda yang mudah-mudahan pada PON mendatang bisa ikut mengharumkan nama Jawa Barat,” ujarnya.

Arif menyebut kontingen kali ini memang masih terbatas karena mempertimbangkan kemampuan pembiayaan dan efisiensi. FORKI Jawa Barat memberangkatkan empat atlet, satu pelatih, serta satu wasit untuk menjaga kesinambungan ekosistem pembinaan karate sekaligus memberikan pengalaman internasional kepada generasi penerus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....