Usamah Syakib Raih Perak Thailand Open Karate Championship 2026

  • 17 Agt 2026 13:37 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Karateka muda Indonesia, Usamah Syakib Iskandar, menunjukkan performa impresif pada ajang 16th Thailand Open Karate Championship 2026 yang berlangsung di Bangkok, Thailand, 14-16 Agustus 2026. Siswa SMAN 15 Depok tersebut berhasil membawa pulang medali perak dari nomor kumite junior putra kelas -76 kilogram.

Keberhasilan itu menjadi pencapaian membanggakan bagi Usamah yang tampil sebagai salah satu karateka hasil pembinaan Liga Karate Antar Pelajar Jawa Barat. Meski berstatus debutan di kompetisi internasional, ia mampu memperlihatkan mental bertanding dan kepercayaan diri saat menghadapi lawan-lawan dari berbagai negara.

Manajer tim, Moch Zhidan, Senin 17 Agustus 2026,mengatakan dua karateka yang dikirim melalui hasil Liga Karate Antar Pelajar tersebut telah tampil maksimal sepanjang kejuaraan. Menurutnya, pengalaman bertanding di level internasional menjadi modal penting bagi perkembangan kedua atlet ke depan.

“Menurut saya, kedua karateka tampil bagus dan optimal. Khusus Usamah, meskipun baru pertama kali tampil di kejuaraan internasional, dia mampu menunjukkan kualitas dan keberaniannya menghadapi lawan dari negara lain,” ujar Zhidan.

Pada pertandingan pertama, Usamah langsung menghadapi karateka asal India. Dengan penampilan agresif namun tetap terukur, ia mampu mengendalikan jalannya pertandingan dan menghentikan perlawanan lawannya dengan kemenangan 7-4.

Usamah kemudian melanjutkan perjuangannya pada pertandingan kedua dengan menghadapi karateka asal Australia. Tidak kehilangan momentum, atlet muda tersebut kembali tampil percaya diri dan berhasil meraih kemenangan cukup meyakinkan dengan skor 5-0.

Langkah Usamah akhirnya terhenti di partai final setelah menghadapi karateka tuan rumah Thailand. Dalam pertandingan perebutan medali emas tersebut, Usamah harus mengakui keunggulan lawannya dengan skor 6-3 dan berhak membawa pulang medali perak.

“Untuk kumite junior, saya melihat Usamah Syakib Iskandar tampil luar biasa sebagai atlet debutan. Dia mampu bersaing dan mengalahkan atlet India serta Australia yang sudah sering berkompetisi di Thailand Open,” kata Zhidan.

“Sayangnya, di final dia kalah dari karateka tuan rumah Thailand. Lawannya merupakan juara SEAKF atau South East Asia Karate Federation, sehingga pertandingan tersebut menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi Usamah,” tambahnya.

Sementara itu, karateka lainnya, Muhammad Akaska Jore Surbakti dari SMAN 1 Bandung, belum berhasil meraih medali. Turun di nomor kata perorangan putra kelas Under 21, Akaska harus mengakui keunggulan karateka asal Macau China pada babak pertama dengan skor 4-1. Zhidan menilai persaingan di kelas Under 21 dan senior memang sangat ketat karena banyak atlet asing menjadikan Thailand Open sebagai ajang uji coba menuju kompetisi tingkat Asia.

“Penampilan Muhammad Akaska Jore Surbakti sebenarnya sangat baik. Namun, kelas Under 21 dan senior diikuti banyak atlet luar negeri yang menjadikan kejuaraan ini sebagai try out menuju Asian Games. Karena itu, kami harus menghadapi atlet yang sudah terbiasa tampil di ajang bergengsi, termasuk dari Macau dan Hong Kong,” jelas Zhidan.

Pelatih senior Inkanas sekaligus Ketua Panitia Pelaksana Liga Karate Antar Pelajar, Dadang Ginanjar, menyampaikan apresiasi atas perjuangan kedua karateka. Ia menilai raihan satu medali perak dari dua atlet yang dikirim menunjukkan bahwa pembinaan atlet pelajar melalui kompetisi berjenjang mulai memberikan hasil positif.

“Pada kejuaraan terbuka yang diikuti karateka terbaik dari berbagai negara, kita hanya mengirim dua atlet tetapi mampu membawa pulang medali perak. Persaingannya sangat sengit, sehingga pencapaian ini patut diapresiasi,” ujar Dadang.

Pemegang DAN II Inkanas itu menambahkan, pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penampilan kedua atlet. Hasil evaluasi nantinya akan disampaikan kepada pelatih masing-masing daerah sebagai bahan perbaikan teknik, strategi, serta mental bertanding.

“Evaluasi akan kami sampaikan kepada masing-masing pelatih di daerah. Kami juga akan melampirkan rekaman video pertandingan dan memberikan sejumlah masukan sebagai bahan tinjauan atas penampilan di 16th Thailand Open Karate Championship 2026,” jelas Dadang.

Menurut Dadang, prestasi yang ditorehkan di Thailand diharapkan menjadi pintu bagi Usamah dan atlet berprestasi lainnya untuk mendapatkan perhatian lebih besar dari Inkanas sebagai induk perguruan. Ia berharap pencapaian tersebut dapat membuka peluang bagi atlet untuk masuk ke jenjang pembinaan yang lebih tinggi.

“Paling tidak, atlet yang berprestasi di kejuaraan ini bisa mendapatkan atensi dari Inkanas. Ke depan, mereka diharapkan dapat dipromosikan menjadi atlet provinsi maupun masuk dalam tim Pelatnas,” harapnya.

Sementara itu, DND selaku promotor Liga Karate Antar Pelajar Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk terus memberikan kesempatan kepada atlet-atlet muda berprestasi. Program tersebut diarahkan untuk menjembatani hasil pembinaan di tingkat pelajar menuju persaingan yang lebih tinggi, termasuk kompetisi internasional.

“Kami tetap konsisten dan memiliki misi untuk memberangkatkan lebih banyak atlet peraih Best of the Best dari tiga seri Liga Karate Antar Pelajar pada 2026. Untuk kejuaraan internasional 2027, negara penyelenggaranya akan kami informasikan kemudian,” pungkas Dadang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....