Rizky Firdaus siswa kelas 6 SD dengan Tujuh Medali Emas

  • 11 Agt 2026 15:37 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Prestasi membanggakan ditorehkan Rizky Firdaus, pesilat muda asal Kampung Sukaluyu, RT 03/RW 10, Desa Bojongkunci, Kecamatan Pamengpeuk Kabupaten Bandung. Berlatih di Paguron Raksa Budhi di bawah asuhan pelatih Wildan, Rizky berhasil mengoleksi 7 medali emas, 2 perak, dan 1 perunggu dari berbagai ajang pencak silat yang diikutinya.

Perjalanan Rizky mengenal pencak silat bermula dari hal sederhana. Ia awalnya hanya iseng melihat temannya berlatih. Ketertarikan tersebut kemudian tumbuh menjadi tekad untuk menekuni seni bela diri sekaligus warisan budaya Sunda.

Seiring waktu, Rizky semakin serius menjalani latihan. Dukungan keluarga dan bimbingan pelatih menjadi bagian penting dalam prosesnya hingga mampu menunjukkan kemampuan dalam berbagai pertandingan

“Awalnya saya hanya iseng melihat teman latihan. Dari situ saya tertarik untuk ikut dan akhirnya terus berlatih sampai sekarang,” ujar Rizky Firdaus Selasa 11 Agustus 2026.

Bagi Rizky, pencak silat tidak hanya berkaitan dengan kemampuan bertanding. Ia ingin menjadikan olahraga tersebut sebagai sarana membentuk kedisiplinan, rasa tanggung jawab, sekaligus menjaga kondisi fisik agar tetap sehat.

“Saya ingin terus belajar menjadi lebih disiplin dan bertanggung jawab. Selain itu, saya juga ingin menjaga kesehatan dan kondisi fisik supaya tetap kuat dalam menjalani latihan,” katanya.

Prestasi yang diraih Rizky juga menjadi kebanggaan bagi sang ayah, Nandang. Menurutnya, keberhasilan anaknya bukan semata-mata diukur dari jumlah medali, tetapi dari nilai kehidupan yang diperoleh selama mengikuti proses latihan pencak silat.

Nandang berharap pencak silat dapat menjadi pegangan bagi Rizky dalam menjalani kehidupan. Ia ingin putranya memahami adab, bahasa, serta nilai-nilai luhur yang terkandung dalam budaya yang dipelajarinya.

“Yang paling penting bagi kami bukan hanya prestasinya. Kami berharap Rizky mempunyai pegangan diri, memahami adab, bahasa dan nilai luhur yang ada dalam pencak silat. Semoga dia tumbuh menjadi anak yang sehat, kuat dan berkarakter,” tutur Nandang.

Ia juga berharap generasi muda semakin mencintai budaya daerahnya sendiri. Menurutnya, pencak silat memiliki nilai budaya yang perlu terus dikenalkan kepada anak-anak agar tidak kehilangan jati diri di tengah perkembangan zaman.

“Kami ingin anak lebih mencintai budayanya sendiri. Mudah-mudahan perhatian pemerintah terhadap pencak silat dan pembinaan generasi muda juga semakin besar,” ungkapnya.

Perjalanan Rizky di Paguron Raksa Budhi menjadi contoh bahwa ketertarikan sederhana dapat berkembang menjadi sebuah prestasi ketika dijalani dengan kesungguhan. Tujuh emas, dua perak dan satu perunggu menjadi catatan pencapaiannya, sementara kedisiplinan, tanggung jawab dan karakter menjadi bekal yang diharapkan terus melekat dalam kehidupannya.

Dengan dukungan keluarga, pelatih, paguron serta lingkungan sekitar, Rizky diharapkan mampu mempertahankan semangat berlatih sekaligus ikut menjaga keberadaan pencak silat sebagai warisan budaya yang tetap hidup di tengah generasi muda.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....