PBMI Gelar Penataran Sertifikasi Muaythai Berstandar Internasional

  • 02 Agt 2026 11:18 WIB
  •  Bandung
Poin Utama
  • PBMI resmi membuka penataran dan sertifikasi untuk wasit, juri, dan pelatih Muaythai pada 2 Agustus 2026 di Asrama Haji Embarkasi Kota Bekasi, Jawa Barat.
  • Program penataran melibatkan instruktur dan narasumber langsung dari IFMA yang memberikan standar internasional dalam regulasi, teknik, dan sistem pertandingan Muaythai.
  • Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Muaythai Indonesia agar mampu mengikuti dan memenuhi standar internasional.

RRI.CO.ID, Bandung - Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI) resmi membuka rangkaian Penataran dan Sertifikasi Wasit, Juri, serta Pelatih Muaythai di Asrama Haji Embarkasi Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu 2 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Muaythai Indonesia agar mampu mengikuti standar internasional.

Penataran yang berlangsung hingga 4 Agustus 2026 itu menghadirkan instruktur dan narasumber langsung dari International Federation of Muaythai Associations (IFMA). Kehadiran tenaga ahli dari federasi dunia tersebut diharapkan mampu memberikan pemahaman komprehensif mengenai regulasi, teknik, hingga sistem pertandingan Muaythai yang berlaku secara internasional.

Empat tenaga IFMA yang terlibat dalam kegiatan tersebut adalah Aritit Tobwongsri, Thanong Poompanich, Chao Wathayotha, dan Porjai Laithongkam. Keempatnya telah tiba di Jakarta beberapa waktu sebelum pembukaan kegiatan guna mempersiapkan materi sekaligus memastikan proses penataran berjalan optimal.

Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta akan memperoleh materi mengenai teknik kepelatihan, sistem penilaian pertandingan, aturan terbaru, hingga perkembangan Muaythai dunia. Program tersebut dirancang untuk menyamakan persepsi sekaligus meningkatkan kompetensi para pelatih, wasit, dan juri Indonesia.

Wakil Ketua Umum PB Muaythai Indonesia Bidang Prestasi, Rahyang Mandalajati Evi Silviadi Sangga Buana, mengatakan penataran dengan menghadirkan tenaga IFMA merupakan bagian dari komitmen PBMI dalam meningkatkan kualitas SDM secara berkelanjutan.

“Penataran ini bukan sekadar kegiatan untuk mendapatkan sertifikasi. Yang paling penting adalah bagaimana para peserta mendapatkan pemahaman yang sama mengenai standar pertandingan, teknik, aturan, serta perkembangan Muaythai internasional. Karena itu, kehadiran langsung tenaga IFMA sangat penting,” ujar Evi.

Menurut Evi, keberhasilan pembinaan olahraga tidak hanya ditentukan oleh kualitas atlet. Peran pelatih, wasit, dan juri juga menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem prestasi yang sehat, profesional, dan berdaya saing.

“Kalau kita ingin meningkatkan prestasi atlet, maka seluruh ekosistemnya juga harus kita tingkatkan. Pelatih harus terus berkembang, sementara wasit dan juri harus memiliki pemahaman aturan yang sama dan mengikuti perkembangan standar internasional,” katanya.

Ia menambahkan, transfer pengetahuan dari instruktur IFMA diharapkan mampu meningkatkan kapasitas SDM Muaythai Indonesia sehingga dapat mendukung penyelenggaraan kompetisi nasional maupun internasional dengan kualitas yang semakin baik.

Sementara itu, Ketua Umum PB Muaythai Indonesia, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menegaskan bahwa keterlibatan IFMA mencerminkan keseriusan organisasi dalam membangun sistem pembinaan Muaythai yang berorientasi pada standar dunia.

“Ini bagian dari proses kita membangun Muaythai Indonesia. Kita ingin SDM kita memiliki kemampuan dan pemahaman yang terus diperbarui sesuai perkembangan internasional. Kehadiran tenaga IFMA memberikan kesempatan bagi para peserta untuk mendapatkan pengalaman langsung dari sumber yang memiliki kompetensi di tingkat internasional,” kata LaNyalla.

LaNyalla menilai peningkatan kualitas SDM merupakan fondasi utama dalam membangun prestasi atlet secara berkesinambungan. Menurutnya, prestasi yang diraih atlet tidak dapat dipisahkan dari kualitas pembinaan yang dilakukan oleh seluruh unsur pendukung.

“Prestasi atlet tidak berdiri sendiri. Di belakangnya ada pelatih, ada wasit, ada juri, ada sistem pembinaan dan kompetisi. Semuanya harus kita bangun bersama,” ujarnya.

Sekretaris Jenderal PB Muaythai Indonesia, Azwan Karim, menambahkan bahwa kegiatan penataran juga menjadi momentum untuk memperkuat keseragaman pemahaman mengenai regulasi dan standar pertandingan Muaythai di Indonesia.

“Peserta mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dan belajar langsung dari tenaga IFMA. Ini penting agar standar yang kita terapkan di Indonesia semakin selaras dengan perkembangan Muaythai internasional,” ujar Azwan.

Usai rangkaian penataran dan sertifikasi pada 2–4 Agustus 2026, PBMI akan melanjutkan agenda nasional melalui penyelenggaraan Indonesia Muaythai Championship (IMC) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 5–10 Agustus 2026 di GOR Abdu Rosyad, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Kejuaraan nasional tersebut diperkirakan diikuti sekitar 500 atlet dari berbagai provinsi di Indonesia. IMC 2026 diharapkan menjadi ajang kompetisi yang tidak hanya melahirkan atlet-atlet potensial, tetapi juga menjadi tolok ukur keberhasilan sistem pembinaan Muaythai nasional.

Melalui kehadiran empat instruktur IFMA dan pelaksanaan penataran berstandar internasional, PBMI optimistis proses transfer ilmu, pengalaman, dan pembaruan regulasi dapat meningkatkan kualitas pelatih, wasit, serta juri. Upaya tersebut diharapkan menjadi fondasi kuat bagi peningkatan prestasi Muaythai Indonesia di level regional maupun internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....