Jaenal Aripin Sabet Tiga Medali TLAXCALA 2026, NPCI KBB Soroti Pembinaan

  • 27 Jul 2026 13:07 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung Barat - Atlet para atletik asal Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jaenal Aripin, mengukir prestasi membanggakan pada ajang TLAXCALA 2026 World Para Athletics Grand Prix edisi ke-12 di Meksiko, dengan mempersembahkan tiga medali untuk Indonesia, terdiri atas dua emas dan satu perak.

Jaenal membuka penampilannya dengan meraih medali perak pada nomor lari 100 meter putra kelas T54. Ia kemudian tampil dominan di nomor 400 meter T54 hingga berhasil merebut medali emas. Prestasinya semakin lengkap setelah ikut mengantarkan tim estafet campuran universal 4x100 meter meraih medali emas.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti daya saing atlet difabel Indonesia di tingkat internasional sekaligus mengangkat nama Kabupaten Bandung Barat di panggung olahraga dunia.

Wakil Sekretaris Umum NPCI Kabupaten Bandung Barat, Acep Kurnia, mengatakan pencapaian Jaenal merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari pencarian bakat hingga pendampingan latihan.

"Kami terus melakukan pembinaan berjenjang dan rutin memantau potensi atlet ke berbagai wilayah di Bandung Barat untuk menemukan bibit-bibit unggul seperti Jaenal," kata Acep saat dihubungi, Senin 27 Juli 2026.

Meski demikian, Acep mengakui pembinaan atlet di daerah masih menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan anggaran dan fasilitas latihan yang belum sepenuhnya memenuhi standar kompetisi internasional.

Menurutnya, dukungan pemerintah pusat memiliki peran penting dalam memperkuat pembinaan atlet, baik melalui alokasi anggaran maupun penyediaan sarana latihan yang memadai.

"Keberadaan fasilitas latihan mandiri milik NPC Pusat sangat membantu atlet untuk fokus meningkatkan kemampuan sehingga mampu bersaing dengan negara-negara lain," ujarnya.

Acep berharap dukungan terhadap pembinaan olahraga difabel di daerah dapat terus ditingkatkan agar potensi atlet tidak terhambat oleh keterbatasan fasilitas maupun pendanaan.

Ia juga menilai prestasi Jaenal membawa dampak positif bagi penyandang disabilitas karena menunjukkan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk meraih prestasi di level dunia.

"Setiap individu memiliki kesempatan untuk mengembangkan bakat dan menunjukkan kemampuan terbaiknya. Prestasi Jaenal menjadi motivasi bagi penyandang disabilitas agar terus percaya diri dan berani berkompetisi," katanya.

Prestasi yang diraih Jaenal, lanjut Acep, merupakan hasil disiplin, kerja keras, dan konsistensi latihan selama bertahun-tahun. Keberhasilan tersebut tidak hanya mengharumkan nama Indonesia, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Bandung Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....