Empat Negara Ikut Ambil Bagian di Turnamen Catur Prof. Achmad Tjachja Nugraha
- 18 Jul 2026 13:42 WIB
- Bandung
Poin Utama
- Turnamen catur bergengsi Prof. Achmad Tjachja Nugraha Cup menghadirkan pecatur dari lima negara: Indonesia, Malaysia, Singapura, Australia, dan Thailand di Jakarta.
- Kompetisi ini berfungsi sebagai ruang pertemuan untuk membangun pengalaman, relasi, dan semangat persahabatan melalui olahraga catur.
- Prof. Dr. Achmad Tjachja Nugraha meyakini bahwa generasi muda membutuhkan wadah positif untuk mengembangkan potensi dan membangun karakter.
RRi.CO.ID, Bandung - Pecatur dari sejumlah negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Singapura, Australia, dan Thailand, berkumpul di Ballroom Rumah Batavi Hotel, Jakarta, untuk mengikuti turnamen catur bergengsi Prof. Achmad Tjachja Nugraha Cup. Kompetisi tersebut tidak hanya mempertemukan para pecatur dalam persaingan di atas papan catur.
Prof. Achmad Tjachja Nugraha Cup juga menjadi ruang pertemuan bagi peserta dari berbagai daerah dan negara untuk membangun pengalaman, relasi, serta semangat persahabatan melalui olahraga catur. Prof. Dr. Achmad Tjachja Nugraha menilai, generasi muda membutuhkan wadah positif untuk mengembangkan potensi dan membangun karakter.
“Anak muda membutuhkan wadah untuk tumbuh, belajar, berkompetisi, dan mengembangkan potensi,” ujar Prof. Achmad Tjachja Nugraha, Sabtu 18 Juli 2026.
Menurutnya, kompetisi sepert yang digelar olehi Prof. Achmad Tjachja Nugraha Cup memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk menguji kemampuan dalam suasana yang sehat dan sportif.
Catur, kata dia, bukan sekadar permainan yang mempertemukan dua orang di atas papan. “Catur mengajarkan kita untuk berpikir sebelum mengambil keputusan, menyusun strategi, dan bertanggung jawab atas setiap langkah yang diambil,” katanya.
Setiap langkah dalam permainan catur menuntut konsentrasi, ketenangan, kesabaran, dan kemampuan membaca berbagai kemungkinan. Nilai-nilai tersebut dinilai penting karena memiliki relevansi yang kuat dengan kehidupan sehari-hari.
Seseorang perlu berpikir secara matang sebelum mengambil keputusan dan memiliki keberanian untuk bertanggung jawab atas pilihan yang telah diambil. Prof. Achmad Tjachja Nugraha juga melihat kehadiran peserta dari sejumlah negara sebagai bagian penting dari semangat kompetisi dan persahabatan.
“Pertemuan para pecatur dari berbagai daerah dan negara menjadi kesempatan untuk saling belajar, membangun pengalaman, dan memperluas hubungan,” tuturnya. Keberagaman peserta dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa olahraga catur mampu menjadi bahasa universal yang mempertemukan orang-orang dari berbagai latar belakang.
Di tengah persaingan, para peserta tetap memiliki kesempatan untuk membangun komunikasi dan hubungan yang lebih luas. Bagi generasi muda, pengalaman mengikuti kompetisi dapat menjadi bagian dari proses membangun kepercayaan diri dan mental berprestasi.
Catur juga memberikan pelajaran tentang pentingnya disiplin, sportivitas, penghormatan terhadap lawan, serta kemampuan menerima hasil dengan sikap dewasa. Karena itu, Prof. Achmad Tjachja Nugraha Cup tidak hanya dapat dilihat sebagai sebuah kompetisi.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang positif bagi anak muda untuk belajar dan mengembangkan kemampuan. Melalui olahraga catur, generasi muda dapat dilatih untuk berpikir kritis, menyusun strategi, mengambil keputusan, serta menghadapi tantangan dengan tenang.
Prof. Achmad Tjachja Nugraha Cup diharapkan dapat menjadi salah satu wadah penting bagi generasi muda untuk terus mengembangkan karakter dan potensi mereka. Sebab, setiap pertandingan memberikan pengalaman yang dapat menjadi bekal untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Melalui catur, generasi muda tidak hanya belajar memenangkan pertandingan, tetapi juga belajar berpikir, mengambil keputusan, menghormati orang lain, dan bertanggung jawab atas setiap langkah kehidupan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....