KONI Jabar Matangkan Persiapan PORPROV XV Demi Sukses Prestasi Bersama
- 17 Jul 2026 18:23 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat terus memantapkan seluruh tahapan persiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XV Jawa Barat Tahun 2026. Komitmen tersebut diwujudkan melalui rapat koordinasi yang melibatkan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Barat serta KONI kabupaten/kota se-Jawa Barat.
Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Lantai 3 Kantor KONI Jawa Barat, Jumat 17 Juli 2026, sebagai langkah strategis memastikan seluruh agenda berjalan sesuai rencana. Rapat koordinasi itu menjadi forum penting untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, sekaligus mengevaluasi progres setiap tahapan persiapan.
Seluruh pemangku kepentingan diharapkan memiliki komitmen yang sama agar pelaksanaan PORPROV XV Jawa Barat yang dijadwalkan berlangsung pada 7–20 November 2026 dapat terlaksana dengan sukses, baik dari sisi penyelenggaraan, administrasi, maupun pencapaian prestasi atlet.
Ketua Umum KONI Jawa Barat, Muhammad Budiana, menjelaskan bahwa persiapan PORPROV XV telah disusun secara sistematis melalui tahapan yang terukur sejak awal tahun. Menurutnya, setiap agenda dirancang untuk memastikan ajang olahraga terbesar di Jawa Barat tersebut berlangsung semakin profesional, modern, transparan, dan akuntabel.
"Sejak 30 Maret lalu kami telah melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) IT untuk proses approval atlet. Sistem pendataan atlet yang diterapkan pada PORPROV kali ini bahkan menjadi salah satu role model bagi KONI di Indonesia dalam pengelolaan data atlet secara terintegrasi," ujar Budiana.

Budiana mengungkapkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi menjadi salah satu fokus utama dalam penyelenggaraan PORPROV XV. Digitalisasi data atlet diyakini mampu meningkatkan akurasi administrasi, mempercepat proses verifikasi, sekaligus menciptakan sistem kompetisi yang lebih tertib dan terpercaya bagi seluruh peserta.
Selain penguatan sistem informasi, KONI Jawa Barat juga telah menyusun agenda lanjutan menjelang pelaksanaan PORPROV. Pada 28 Juli 2026 akan digelar Chef de Mission (CdM) Meeting II di Kota Bogor, kemudian dilanjutkan dengan Bimbingan Teknis IT III pada Agustus yang berfokus pada pengelolaan pertandingan dan manajemen event.
Selanjutnya, seluruh kontingen akan mengikuti Delegation Registration Meeting (DRM) pada September sebagai tahapan akhir sebelum pesta olahraga dimulai.
Budiana menegaskan bahwa keberhasilan PORPROV tidak hanya diukur dari lancarnya pelaksanaan pertandingan, tetapi juga dari kualitas tata kelola organisasi, kesiapan teknologi informasi, validitas data atlet, hingga sinergi seluruh pemangku kepentingan olahraga di Jawa Barat. Menurutnya, kolaborasi yang kuat menjadi modal utama untuk mempertahankan posisi Jawa Barat sebagai salah satu barometer olahraga nasional.
"Keberhasilan PORPROV bukan hanya soal sukses penyelenggaraan pertandingan, tetapi juga bagaimana tata kelola organisasi, sistem teknologi informasi, validitas data atlet, dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dapat berjalan secara optimal. Sinergi inilah yang akan memperkuat prestasi olahraga Jawa Barat," tegas Budiana.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Barat, Herry Antasari, mengajak seluruh Dispora dan KONI kabupaten/kota untuk terus memperkuat komitmen bersama dalam menyukseskan PORPROV XV Jawa Barat. Ia mengakui penyelenggaraan tahun ini menghadapi tantangan efisiensi anggaran, namun kondisi tersebut tidak boleh mengurangi semangat pembinaan olahraga prestasi.
"Banyak hal yang akan berbeda dibanding PORPROV sebelumnya karena kita tidak bisa lepas dari kondisi saat ini, terutama terkait efisiensi anggaran. Namun hal tersebut bukan alasan untuk menghentikan kinerja maupun semangat berprestasi.
Dalam situasi apa pun, PORPROV harus tetap terselenggara dengan baik," tegas Herry. Herry menilai Jawa Barat memiliki tradisi panjang sebagai provinsi dengan pembinaan olahraga yang konsisten. Keberhasilan meraih gelar juara umum Pekan Olahraga Nasional (PON) selama tiga edisi berturut-turut menjadi bukti bahwa sistem pembinaan atlet di Jawa Barat berjalan dengan baik dan mampu menghasilkan prestasi di tingkat nasional.
"Memang kondisi saat ini berbeda dengan situasi normal. Ada berbagai dinamika yang harus kita hadapi bersama. Namun Jawa Barat selama ini selalu menjadi role model bagi provinsi lain dalam pembinaan olahraga. Komitmen KONI Jawa Barat untuk terus berada di garis terdepan harus terus kita jaga, karena sumber daya manusia olahraga di Jawa Barat merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia," ujarnya.
Menutup arahannya, Herry menegaskan bahwa PORPROV XV Jawa Barat memiliki peran strategis sebagai ajang pembinaan dan seleksi atlet menuju Babak Kualifikasi (BK) PON. Ia berharap seluruh pihak dapat bersama-sama mencari solusi atas berbagai tantangan yang ada, sehingga atlet-atlet terbaik Jawa Barat tetap memperoleh kesempatan berkembang dan mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.
"PORPROV merupakan tempat lahirnya atlet-atlet terbaik Jawa Barat. Dari sinilah proses seleksi menuju BK PON dimulai. Apabila proses pembinaan dan penyaringannya berjalan optimal, maka Jawa Barat akan memiliki fondasi yang kuat untuk kembali bersaing di tingkat nasional. Karena itu, mari kita bersama-sama mencari solusi agar para atlet terbaik tetap dapat membela dan mengharumkan nama Jawa Barat," pungkas Herry.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....