Dana Hibah Belum Cair, Prestasi Olahraga Jabar Dipertanyakan Masa Depannya
- 06 Jul 2026 20:47 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Ketidakjelasan pencairan dana hibah untuk pembinaan olahraga prestasi di Jawa Barat kembali menjadi sorotan. Hingga memasuki Juli 2026, kepastian pencairan anggaran yang menjadi penopang persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat belum juga diperoleh.
Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran dari berbagai insan olahraga. Mereka mempertanyakan arah kebijakan pemerintah daerah dalam menjaga keberlangsungan pembinaan atlet yang selama ini telah mengharumkan nama Jawa Barat di tingkat nasional maupun internasional.
Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI) Bidang Prestasi, Rahyang Mandalajati Evi Silviadi Sangga Buana, menilai tidak ada alasan yang kuat bagi pemerintah untuk menunda pencairan dana hibah KONI Jawa Barat. Menurutnya, secara hukum maupun fakta prestasi, pembinaan olahraga di Jawa Barat telah menunjukkan hasil yang sangat membanggakan.
"Sebetulnya secara fakta dan secara hukum, Gubernur tidak punya alasan untuk menahan anggaran pembinaan KONI Jawa Barat. Tidak ada alasan untuk itu," tegas Evi.Senin 6 Juli 2026.
Ia menjelaskan bahwa Jawa Barat telah mencatat prestasi luar biasa dengan meraih gelar juara umum secara berturut-turut pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa dukungan pemerintah terhadap pembinaan olahraga selama ini mampu menghasilkan prestasi yang konsisten.
"Prestasi Jawa Barat tidak terkalahkan, bahkan mencatat hattrick juara. Artinya, apa yang selama ini diberikan pemerintah daerah terhadap pembinaan olahraga telah menghasilkan prestasi yang maksimal," ujarnya.
Evi juga menyoroti kontribusi Jawa Barat terhadap kontingen Indonesia di berbagai ajang internasional. Menurutnya, provinsi ini menjadi penyumbang atlet terbanyak yang memperkuat Merah Putih, sehingga pembinaan olahraga tidak boleh mengalami hambatan akibat persoalan administrasi anggaran.
"Jawa Barat menjadi daerah yang paling banyak menyumbangkan atlet untuk mewakili Indonesia. Itu menjadi bukti bahwa sistem pembinaan berjalan dengan baik dan harus terus didukung," katanya.
Selain melahirkan prestasi, lanjut Evi, pembinaan olahraga juga memberikan dampak sosial yang besar bagi kehidupan atlet. Prestasi olahraga dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan atlet sekaligus menjadi bagian dari tanggung jawab negara dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.
"Atlet-atlet berprestasi memiliki taraf hidup yang lebih baik. Itu merupakan bagian dari fungsi pemerintah dalam membangun bangsa melalui olahraga. Karena itu, tidak ada alasan untuk menahan anggaran pembinaan," ungkapnya.
Evi menilai apabila pencairan dana hibah terus tertunda, maka publik berhak mempertanyakan komitmen pemerintah terhadap pembangunan olahraga prestasi. Menurutnya, jika alasan penundaan bukan karena aspek hukum, maka perlu ada penjelasan yang transparan kepada masyarakat.
"Kalau memang anggaran ditahan, hanya ada beberapa kemungkinan. Apakah pemerintah tidak memiliki kepedulian terhadap olahraga, tidak memiliki political will, atau memang kondisi keuangan daerah yang menjadi kendala. Selain itu, saya tidak melihat ada alasan lain," ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa hingga Juli 2026 seluruh cabang olahraga tetap menjalankan program pembinaan secara mandiri. Meski demikian, kondisi tersebut tidak dapat berlangsung terus-menerus tanpa dukungan anggaran pemerintah yang memang telah dialokasikan untuk pembinaan olahraga prestasi.
"Jangan mengatakan cabang olahraga harus mandiri. Faktanya KONI tetap berjalan, cabang olahraga tetap mengikuti kejuaraan nasional, internasional, hingga pemusatan latihan. Tetapi pemerintah tetap memiliki kewajiban mendukung pembinaan olahraga," jelasnya.
Evi meminta Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Barat segera mengevaluasi proses pencairan dana hibah. Ia berharap tidak ada kebijakan yang justru menghambat masa depan atlet dan prestasi olahraga Jawa Barat menjelang pelaksanaan Porprov 2026.
"Dispora harus secepatnya mencairkan dana hibah dan tidak boleh menahan proses pencairan dana hibah. Justru keberhasilan pembinaan olahraga harus menjadi bagian dari keberhasilan menjalankan visi dan misi pemerintah daerah. Masa depan atlet dan olahraga prestasi Jawa Barat harus menjadi prioritas," pungkas Evi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....