Dana Hibah Belum Cair, Persiapan Porprov Jabar 2026 Terancam Terganggu Serius
- 06 Jul 2026 20:48 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 terus dilakukan oleh berbagai cabang olahraga. Ajang olahraga multicabang terbesar di Jawa Barat itu dijadwalkan berlangsung pada November 2026 dan menjadi momentum penting bagi pembinaan atlet menuju level nasional.
Namun, hingga memasuki pertengahan Juli 2026, kepastian pencairan dana hibah bagi KONI Jawa Barat masih belum diperoleh. Kondisi tersebut mulai menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengurus cabang olahraga karena dapat menghambat pelaksanaan program pembinaan dan persiapan atlet.
Ketua Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Jawa Barat, Arnold Silalahi, mengaku prihatin terhadap belum cairnya dana hibah yang menjadi penopang utama berbagai program olahraga prestasi. Menurutnya, keterlambatan tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas organisasi dan pembinaan atlet.
"Saya sangat miris dan sedih dengan kondisi anggaran KONI Jawa Barat tahun 2026. Sampai sekarang, ketika kita sudah memasuki pertengahan Juli, dana hibah masih juga belum dicairkan," ujar Arnold.Seni 6 Juli 2026.
Arnold berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) segera mengambil langkah konkret agar pencairan dana hibah dapat direalisasikan. Mengingat waktu pelaksanaan Porprov semakin dekat, setiap keterlambatan dinilai akan mempersempit ruang persiapan atlet maupun organisasi.
"Kami sangat berharap pemerintah, khususnya Dispora Provinsi Jawa Barat, dapat segera membantu mempercepat pencairan dana hibah. Waktu menuju Porprov sudah tidak lama lagi sehingga kebutuhan pembinaan harus segera dipenuhi," katanya.

Ia menjelaskan, PJSI Jawa Barat sepanjang tahun 2026 telah menjalankan sejumlah agenda penting, termasuk mengikuti beberapa Kejuaraan Nasional sebagai bagian dari pengumpulan poin menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Seluruh kegiatan tersebut membutuhkan dukungan anggaran yang memadai agar target prestasi dapat tercapai.
"Cabang olahraga judo sudah beberapa kali mengikuti Kejuaraan Nasional untuk mengejar poin menuju PON 2028. Semua kegiatan itu tentu membutuhkan dukungan anggaran yang cukup," ungkap Arnold.
Menurut Arnold, keterlambatan pencairan dana hibah bukan hanya dirasakan oleh cabang olahraga judo, tetapi juga berpotensi mengganggu program pembinaan seluruh pengurus provinsi di bawah naungan KONI Jawa Barat. Akibatnya, sejumlah agenda pembinaan, pelatihan, hingga persiapan kompetisi terancam tidak berjalan optimal.
"Atas nama Pengprov PJSI Jawa Barat, kami memohon agar bantuan hibah kepada KONI Jawa Barat segera dicairkan karena kondisi ini sangat mempersulit pelaksanaan program-program yang telah disusun," tegasnya.
Ia menilai keberhasilan Porprov tidak hanya bergantung pada kesiapan atlet, tetapi juga pada dukungan pemerintah terhadap sistem pembinaan olahraga. Sinergi antara pemerintah daerah, KONI, dan seluruh cabang olahraga menjadi faktor penting dalam menjaga prestasi olahraga Jawa Barat tetap kompetitif di tingkat nasional.
"Kami berharap pemerintah melalui Dispora Provinsi Jawa Barat dapat segera memberikan solusi. Dengan dukungan anggaran yang tepat waktu, seluruh cabang olahraga akan lebih fokus mempersiapkan atlet menghadapi Porprov 2026 dan target prestasi berikutnya," pungkas Arnold.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....