Pelita Jaya Tunjukan Mental Juara, Bangkit Dari Ketertinggalan di Final

  • 21 Jun 2026 16:33 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Jakarta - Pelita Jaya Jakarta menunjukkan mental juara saat mengalahkan Bogor Hornbills 94-89 melalui babak overtime pada pertandingan pertama Final IBL 2026 di GMSB Kuningan, Jakarta, Sabtu 20 Juni 2026.

Kemenangan tersebut diraih dengan cara tidak mudah. Pelita Jaya sempat tertinggal hingga sembilan poin pada kuarter keempat sebelum akhirnya mampu membalikkan keadaan dan memaksa pertandingan berlanjut ke overtime.

Pelatih Pelita Jaya, David Singleton, mengakui timnya belum menampilkan performa terbaik, terutama dalam aspek pertahanan. Namun ia memuji daya juang para pemain yang mampu bangkit di momen-momen krusial.

"Saya sangat bangga dengan ketangguhan dan semangat juang tim. Kami sempat tertinggal, tetapi para pemain mampu merespons dengan baik dan menemukan cara untuk memenangkan pertandingan," kata David dalam konferensi pers usai laga.

Menurutnya, Hornbills memberikan tantangan besar dengan sejumlah penyesuaian strategi yang sempat membuat Pelita Jaya kesulitan mengembangkan permainan.

Ia menilai komunikasi dan disiplin pertahanan timnya belum berada pada standar yang diinginkan. Namun seiring berjalannya pertandingan, Pelita Jaya mulai menemukan ritme dan mampu mencatatkan sejumlah penghentian serangan penting pada kuarter keempat.

"Itulah tujuan gim pertama dalam sebuah seri final. Kami melihat apa yang dilakukan lawan, lalu melakukan penyesuaian. Saya pikir para pemain berhasil melakukannya dengan baik," ujarnya.

Pemain Pelita Jaya, Andakara Prastawa, mengatakan kebangkitan tim bermula dari peningkatan kualitas pertahanan ketika tertinggal pada penghujung kuarter keempat.

Menurutnya, keberhasilan mendapatkan beberapa defensive stop menjadi titik balik yang mengubah jalannya pertandingan.

"Kami merespons dengan baik. Semuanya berawal dari pertahanan. Ketika pertahanan berjalan baik, kami mendapatkan momentum dan serangan menjadi lebih lancar," kata Prastawa.

Ia juga menyoroti kuatnya tekad seluruh pemain untuk menghindari kekalahan di kandang sendiri. Mentalitas tersebut menjadi faktor penting hingga Pelita Jaya mampu memaksakan overtime.

David menambahkan masih banyak aspek yang perlu diperbaiki menjelang gim kedua. Ia menilai timnya harus tampil lebih rapi, lebih disiplin, dan tidak kembali membiarkan lawan mengontrol jalannya pertandingan seperti yang terjadi pada sebagian besar waktu di gim pertama.

Meski demikian, kemenangan pada laga pembuka menjadi modal berharga bagi Pelita Jaya untuk menghadapi pertandingan berikutnya sekaligus menjaga peluang mempertahankan gelar juara IBL musim ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....