Best of 5 Semifinal dan Final IBL 2026 Jadi Langkah Baru Tingkatkan Kompetisi

  • 05 Jun 2026 22:41 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Untuk pertama kalinya dalam sejarah kompetisi Indonesian Basketball League (IBL), babak semifinal IBL GoPay 2026 akan menggunakan format best of 5. Sebelumnya, fase semifinal dan final dimainkan dengan sistem best of 3. Perubahan format ini menjadi salah satu inovasi yang diterapkan IBL guna meningkatkan kualitas persaingan sekaligus memberikan pengalaman yang lebih menarik bagi klub maupun penggemar bola basket Indonesia.

Satria Muda Pertamina Bandung menjadi salah satu tim yang memperoleh keuntungan tersebut. Klub asal Kota Bandung itu menjamu Bogor Hornbills pada dua pertandingan pertama semifinal, yakni Jumat 5 Juni 2026 dan 7 Juni 2026.

Selanjutnya, seri akan bergeser ke kandang Bogor Hornbills untuk Game 3 dan Game 4 sebelum kembali ke Bandung jika pemenang harus ditentukan melalui Game 5.

Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah, mengatakan, penerapan format best of 5 merupakan hasil perencanaan yang telah dibahas selama beberapa musim terakhir. Menurutnya, keputusan tersebut didasarkan pada sejumlah indikator positif yang terlihat dalam beberapa tahun terakhir, terutama meningkatnya kualitas pertandingan dan jumlah penonton yang hadir di kandang masing-masing tim.

“Di mana kita melihat kalau memang kualitas pertandingannya terus meningkat, dan attendance penonton di home-nya juga meningkat, itu merupakan indikator untuk kita tambah jumlah game-nya,” ujar Junas, di sela pertandingan Satria Muda Pertamina Bandung dan Bogor Hornbills, Jumat, 5 Juni 2026.

Pada Semifinal IBL GoPay 2026, format pertandingan akan menggunakan sistem Home-Home-Away-Away-Home. Artinya, tim dengan peringkat lebih tinggi pada musim reguler akan mendapatkan keuntungan bermain di kandang sendiri pada Game 1, Game 2, dan apabila diperlukan, Game 5. Sistem ini dinilai memberikan penghargaan yang lebih besar kepada tim yang tampil konsisten sepanjang musim reguler.

Junas menilai format baru ini akan membuat pertandingan semakin kompetitif dan memberi nilai tambah bagi para pendukung. Ia mencontohkan semifinal musim lalu yang nyaris seluruh serinya berlangsung hingga pertandingan penentuan. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan IBL merasa kompetisi sudah layak untuk mencoba format best of 5.

“Kalau kita tambahkan jumlah pertandingannya dengan pertandingan yang berkualitas, pasti buat timnya makin baik karena makin kompetitif. Kemudian buat fans juga makin bagus. Tahun lalu semifinal itu hampir dua partainya mencapai game ketiga. Jadi kita lihat tahun ini sudah layak untuk dicoba best-of-five,” katanya.

Selain aspek kompetitif, IBL juga mempertimbangkan faktor ekonomi sebelum memutuskan menambah jumlah pertandingan. Menurut Junas, peningkatan jumlah penonton dan penjualan tiket menjadi dasar penting karena tambahan pertandingan harus mampu memberikan manfaat bagi klub, bukan justru menambah beban operasional mereka.

“Kalau ticketing-nya bagus, artinya dikali sekian jumlah game-nya untuk timnya makin bagus. Tapi kalau masih belum, artinya hanya menambah kerugian, itu yang kita mau hindarkan,” jelas Junas.

Lebih lanjut, Junas menegaskan, berbagai inovasi format yang diterapkan IBL bertujuan menciptakan persaingan yang semakin sengit dan sulit diprediksi. Ia menilai kondisi kompetisi saat ini menunjukkan perkembangan positif, terlihat dari pergantian juara yang terus terjadi dalam empat musim terakhir.

Menurutnya, hal tersebut menjadi sinyal bahwa kompetisi semakin sehat dan memberikan harapan bagi seluruh klub serta optimisme bagi para penggemar basket nasional.

“Semakin kompetitif dan semakin tidak mudah ditebak, akan bagus juga untuk fans. Kalau kita lihat garis besarnya, empat tahun IBL belakangan ini juaranya terus berganti. Ini menjadi indikator yang bagus, bukan hanya untuk liga, tetapi juga untuk klub dan fans. Itu yang ingin kita sampaikan melalui inovasi format yang kita lakukan,” kata Junas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....