NPCI Kota Bandung Perketat Pengawasan Atlet Peparda 2026
- 23 Mei 2026 07:59 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Ketua Umum NPCI Kota Bandung, Yadi Sofyan, menegaskan pihaknya tidak akan mentoleransi keterlibatan atlet non-disabilitas pada ajang ajang Peparda VII Jawa Barat 2026. Penegasan itu disampaikan menyusul adanya dugaan atlet non-disabilitas yang sempat tampil pada pelaksanaan Peparda sebelumnya.
Menurut Yadi, kehadiran atlet non-disabilitas dalam kompetisi khusus atlet disabilitas merupakan pelanggaran serius yang mencederai nilai sportivitas. Ia memastikan NPCI Kota Bandung bersama NPCI Jawa Barat akan memperketat proses klasifikasi atlet demi menjaga integritas pertandingan.
“Sebagai tuan rumah penyelenggara dan Ketua Umum NPCI Kota Bandung, saya haramkan atlet non-disabilitas ikut bertanding di Peparda VII kali ini. Atlet non-disabilitas sudah punya panggungnya sendiri, sehingga tidak boleh bertanding melawan atlet disabilitas,” ujar Yadi.
Yadi menjelaskan, pengawasan terhadap klasifikasi atlet akan dilakukan secara ketat dengan melibatkan tim klasifikasi internal serta koordinasi langsung dengan NPCI Jawa Barat. Menurut dia, setiap atlet wajib memiliki dokumen medis yang jelas dan riwayat pendidikan di sekolah luar biasa sebagai dasar verifikasi status disabilitas.
“Kalau mekanisme klasifikasi dijalankan dengan baik, sebenarnya tidak mungkin atlet umum bisa masuk ke kategori disabilitas. Semua ada riwayat dokternya, ada riwayat SLB-nya, jadi tidak bisa tiba-tiba lolos begitu saja,” katanya.
Ia mengakui potensi kerawanan biasanya terjadi pada kategori disabilitas netra, khususnya klasifikasi B2 dan B3 atau low vision. Pada kategori tersebut, kondisi keterbatasan penglihatan dinilai lebih sulit dideteksi secara kasat mata dibandingkan disabilitas fisik.
“Yang rawan itu klasifikasi netra, terutama B2 dan B3. Karena low vision itu bisa saja diakali. Biasanya yang sering diincar ada di cabang olahraga catur,” ungkapnya.Jumat 22 Mei 2026.
Sebaliknya, Yadi menilai potensi penyalahgunaan klasifikasi relatif kecil pada cabang olahraga disabilitas fisik. Hal itu karena kondisi atlet dapat terlihat secara langsung dan mudah diverifikasi oleh tim medis maupun klasifikasi pertandingan.
Untuk memperkuat pengawasan, NPCI Kota Bandung berencana menerapkan syarat tambahan berupa surat keterangan resmi dari rumah sakit mata yang memiliki standar klasifikasi internasional. Salah satu rumah sakit yang diwajibkan dalam proses verifikasi adalah JEC Eye Hospitals and Clinics Kedoya.
“Nanti atlet disabilitas netra minimal harus mengantongi surat dari rumah sakit mata JEC Kedoya yang memiliki klasifikasi internasional. Ini untuk memastikan semuanya benar-benar sesuai aturan,” tegas Yadi.
Terkait jadwal pelaksanaan Peparda VII 2026, Yadi mengatakan hingga kini panitia besar masih membahas waktu pelaksanaan yang paling tepat. Berdasarkan hasil rapat sementara, terdapat dua opsi waktu yang sedang dipertimbangkan, yakni pertengahan atau akhir November 2026.
“Kemarin kami rapat di PB dan ada dua opsi jadwal, pertengahan November atau akhir November. Dalam waktu dekat akan ada rapat lagi dan setelah panitia besar terbentuk, tanggal pelaksanaan segera diumumkan,” ujarnya.
Yadi juga menjelaskan proses penunjukan Kota Bandung sebagai tuan rumah berlangsung cukup mendadak. Awalnya, penyelenggaraan Peparda VII direncanakan berlangsung di Kabupaten Indramayu sebelum akhirnya dialihkan ke Kota Bandung pada Februari 2026 karena faktor kesiapan daerah penyelenggara sebelumnya.
Menurut dia, kondisi tersebut membuat persiapan menjadi lebih berat karena anggaran penyelenggaraan belum masuk dalam anggaran murni pemerintah daerah. Pendanaan saat ini masih menunggu pembahasan melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT).
“Biasanya penunjukan tuan rumah dilakukan dua tahun sebelumnya supaya persiapan matang. Sekarang waktunya sangat sempit dan anggarannya juga belum jelas karena masih masuk ABT,” katanya.
Meski menghadapi keterbatasan waktu dan pendanaan, Yadi memastikan NPCI Kota Bandung bersama Pemerintah Kota Bandung tetap berkomitmen menyukseskan Peparda VII 2026. Ia optimistis ajang olahraga terbesar bagi atlet disabilitas di Jawa Barat tersebut tetap dapat berjalan lancar sesuai harapan.
“Walaupun dengan segala keterbatasan waktu dan anggaran, kami memiliki motivasi dan tekad kuat bersama Pemerintah Kota Bandung. Insya Allah penyelenggaraan Peparda VII akan berjalan baik sebagaimana yang diharapkan,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....