Tim Maranatha Putri Melaju ke Final Campus League Bandung

  • 21 Mei 2026 13:20 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Kompetisi Basket Campus League 2026 Regional Bandung yang berlangsung pada 17-22 Mei 2026 di Gymnasium UPI, Jalan Setiabudi, Kota Bandung, menghadirkan kejutan dari tim putri Universitas Kristen Maranatha. Dengan skuad yang hanya diperkuat lima pemain inti, Maranatha berhasil memastikan tiket final usai menundukkan tim putri Universitas Padjadjaran (Unpad) dalam laga penuh perjuangan.

Keberhasilan tersebut menjadi sorotan karena Maranatha tampil dengan keterbatasan pemain. Meski demikian, semangat juang dan disiplin permainan membuat mereka mampu melewati tekanan pertandingan hingga akhirnya memastikan tempat di partai puncak Campus League Regional Bandung 2026.

Pelatih tim basket putri Maranatha, Arif Gunarto mengaku bangga terhadap perjuangan anak asuhnya. Ia memberikan apresiasi penuh kepada seluruh pemain yang tampil habis-habisan demi membawa nama kampus ke babak final.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada para pemain. Walaupun kami hanya memiliki lima pemain, mereka bermain mati-matian untuk membawa nama Maranatha,” ujar Arif seusai pertandingan.Kamis 21 Mei 2026,di Gymnasium UPI, Jalan Setiabudi, Kota Bandung,

Menurut Arif, timnya tidak memiliki persiapan khusus menghadapi semifinal melawan Unpad. Namun, strategi pertahanan yang diterapkan berjalan efektif dan mampu meredam permainan lawan sepanjang pertandingan. Ia menilai kerja keras para pemain menjadi faktor utama kemenangan Maranatha.

“Jujur, kami tidak punya persiapan spesial. Pemain kami hanya lima orang, tetapi kami sepakat untuk tetap fight. Kami mencoba defense yang disiplin dan ternyata strategi itu berjalan cukup baik,” katanya.

Arif juga menegaskan bahwa pertandingan final akan berbeda dibanding laga sebelumnya. Atmosfer pertandingan, tekanan penonton, serta mental bertanding menjadi tantangan tersendiri yang harus dihadapi para pemain. Karena itu, ia meminta timnya tetap waspada terhadap siapa pun lawan yang akan dihadapi di partai puncak nanti.

“Di final situasinya berbeda. Saya selalu bilang kepada pemain bahwa setiap pertandingan adalah final. Tidak boleh meremehkan lawan dan tidak boleh bermain santai. Kami harus tetap hati-hati menghadapi siapa pun,” ucapnya.

Pelatih Maranatha itu menambahkan, meskipun hanya diperkuat lima pemain, kondisi fisik anak asuhnya dinilai cukup siap. Latihan rutin setiap hari membuat para pemain tetap percaya diri menghadapi jadwal pertandingan yang padat di Campus League 2026.

“Kami memang hanya lima pemain, tetapi mereka sudah terbiasa latihan setiap hari. Saya bilang kepada mereka, kalau mau main ya harus siap berjuang. Saya juga siap mati-matian bersama mereka,” tutur Arif.

Sementara itu, salah seorang pemain Maranatha Berlian Yesi mengatakan rasa percaya diri menjadi modal utama timnya sepanjang turnamen. Menurut Yesi komunikasi antarpemain dan saling mendukung di lapangan menjadi kekuatan terbesar tim, terlebih dengan jumlah pemain yang sangat terbatas.

“Kami percaya diri saja. Intinya saling menguatkan dan menjaga komunikasi. Kalau ada yang salah langsung diingatkan, jadi tidak ada saling menyalahkan di dalam tim,” ungkapnya.

Pemain tersebut juga menilai kekompakan menjadi kunci keberhasilan Maranatha melangkah hingga final. Baginya, kemenangan bukan semata soal individu, melainkan hasil kerja sama seluruh tim yang terus berjuang bersama dalam setiap pertandingan.

“Di tim ini kami tidak bisa bermain sendiri-sendiri. Kalau mau juara ya harus kerja sama. Menang itu bonus, yang paling penting kami tetap kompak dan saling mendukung,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....