Kejurnas Piala Ketum PB FORKI Jadi Ajang Seleksi Atlet Nasional

  • 09 Mei 2026 13:44 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB FORKI), Hadi Tjahjanto, menegaskan Kejuaraan Nasional Piala Ketua Umum PB FORKI IV Tahun 2026 menjadi momentum penting dalam mempersiapkan atlet karate Indonesia menghadapi agenda internasional. Kejuaraan tersebut berlangsung di GOR Bandung Arena pada 9 hingga 12 Mei 2026 dengan diikuti ribuan atlet dari berbagai daerah.

Menurut Hadi, ajang nasional ini tidak sekadar menjadi kompetisi tahunan, tetapi juga sarana evaluasi pembinaan atlet di masing-masing perguruan dan pengurus daerah. “Hari ini kita melaksanakan Kejurnas Piala Ketum PB FORKI yang keempat tahun 2026. Event ini dimaksudkan untuk menyiapkan para atlet, sekaligus melihat sejauh mana perguruan maupun wilayah mempersiapkan atlet-atletnya,” ujar Hadi.Sabtu 9 Mei 2026.

Ia menjelaskan, PB FORKI saat ini tengah fokus memperkuat kualitas atlet nasional demi menghadapi sejumlah kejuaraan internasional dalam waktu dekat. Sejumlah agenda besar telah masuk kalender kegiatan federasi, termasuk kejuaraan tingkat Asia yang akan menjadi tolok ukur kemampuan karateka Indonesia di level dunia.

Dalam kesempatan itu, Hadi mengungkapkan Indonesia akan menjadi tuan rumah ajang bergengsi Asia Karate Federation Championship yang digelar di Bali. Menurutnya, persiapan atlet nasional terus dimatangkan agar mampu bersaing dan meraih prestasi terbaik di hadapan negara-negara kuat Asia.

“Dalam waktu dekat kita juga akan mengadakan event internasional di Bali, yaitu Asia Karate Federation Championship. Insya Allah, baik atlet pria maupun wanita, kita bisa mengambil emas dari beberapa nomor yang akan kita hadapi,” katanya optimistis.

Selain kejuaraan di Bali, tim nasional karate Indonesia juga diproyeksikan tampil pada sejumlah turnamen internasional lainnya. PB FORKI, kata Hadi, telah menyiapkan atlet-atlet terbaik untuk berlaga di Filipina maupun Jordania sebagai bagian dari program peningkatan jam terbang dan pengalaman bertanding.

Menurutnya, Kejurnas Piala Ketum PB FORKI menjadi instrumen penting untuk mengukur perkembangan kemampuan atlet nasional. Dari hasil pertandingan tersebut, PB FORKI dapat memantau atlet yang mampu mempertahankan performa maupun yang mengalami peningkatan signifikan.

“Melalui kegiatan ini kita ingin melihat sejauh mana para atlet tetap mampu mempertahankan bahkan meningkatkan kemampuan mereka. Insya Allah, target meraih prestasi di tingkat internasional bisa tercapai,” ungkapnya.

Hadi juga memberikan apresiasi terhadap kesiapan Jawa Barat sebagai tuan rumah pelaksanaan kejuaraan nasional karate tersebut. Ia menilai fasilitas olahraga, dukungan transportasi, hingga akomodasi yang tersedia di Jawa Barat sangat mendukung kenyamanan atlet selama mengikuti pertandingan.

“Saya kira di Jawa Barat venue untuk latihan sangat bagus. Dukungan transportasi dan akomodasi juga sangat baik sehingga memberikan kenyamanan bagi para atlet untuk bertanding,” tutur mantan Panglima TNI tersebut.

Tingginya antusiasme peserta menjadi indikator positif perkembangan olahraga karate nasional. Sebanyak 1.241 atlet dari seluruh provinsi di Indonesia hadir mengikuti kejuaraan ini. “Animonya luar biasa. Kehadiran atlet dari 34 provinsi, menunjukkan akses menuju venue mudah dan fasilitas akomodasi tersedia dengan baik,” kata Hadi menutup keterangannya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....