Atlet Kota Bandung Jalani Tes Fisik Demi Target Juara Umum Porprov
- 28 Apr 2026 14:39 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Semangat tinggi ditunjukkan para atlet Kota Bandung saat menjalani tes fisik jelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026. Kegiatan yang digelar di Kampus UPI, Jalan PHH Mustofa, Kota Bandung, Selasa 28 April 2026, ini menjadi bagian penting dalam upaya mengejar target juara umum.
Ketua KONI Kota Bandung, Dr. Nuryadi, menegaskan bahwa tes fisik merupakan tahapan krusial dalam proses seleksi atlet. Ia menyampaikan hal tersebut saat meninjau langsung jalannya kegiatan bersama jajaran terkait.
Menurut Nuryadi, pelaksanaan tes ini merupakan kelanjutan dari evaluasi yang sebelumnya dilakukan bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung. Sinergi antar lembaga dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun kekuatan tim.
“Betul, ini nyambung dan memperkuat apa yang disampaikan Pak Sekdis. Ini bagian dari evaluasi kesiapan atlet kita,” ujarnya. Ia menilai kolaborasi antara KONI dan Dispora harus terus diperkuat.
Dalam data yang dimiliki KONI, jumlah atlet Kota Bandung saat ini mencapai 1.898 orang. Namun, baru sebanyak 1.181 atlet yang mengikuti tes fisik tahap awal.
“Masih ada sekitar 700 atlet lagi yang akan kami verifikasi dari sisi peluang dan potensi medali,” kata Nuryadi. Proses ini dilakukan agar kontingen yang dikirim benar-benar efektif.
Ia juga menyoroti hasil Porprov sebelumnya, di mana masih terdapat ratusan atlet yang belum mampu menyumbangkan medali. Hal ini menjadi bahan evaluasi penting dalam menentukan strategi ke depan.
“Ini jadi bahan evaluasi penting. Kita tidak ingin mengirim atlet yang tidak berpeluang meraih medali,” tegasnya. Prinsip efisiensi menjadi pertimbangan utama dalam penyusunan kontingen.
Lebih lanjut, Nuryadi menjelaskan bahwa tes fisik mencakup sejumlah indikator utama. Di antaranya fleksibilitas, kelincahan (agility), kekuatan (power), serta daya tahan aerobik.
“Tes ini memberikan gambaran nyata untuk pelatih, pengcab, dan KONI dalam menyusun program pembinaan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa hasilnya akan menentukan kesiapan atlet secara objektif.
Selain itu, tes fisik juga menjadi bagian dari evaluasi terhadap atlet yang telah menerima tunjangan prestasi. Proses verifikasi akan berlangsung hingga 8 Mei untuk memastikan konsistensi latihan.
“Ini penting untuk memastikan bahwa atlet benar-benar berlatih dan siap secara fisik,” katanya. Evaluasi ini mencakup seluruh kategori atlet, termasuk Tupres dan Lacabsus.
Nuryadi juga membuka kemungkinan adanya kebijakan promosi dan degradasi di internal cabang olahraga. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kualitas dan daya saing atlet.
“Bisa saja ada promosi dan degradasi, itu bagian dari kebijakan pembinaan,” jelasnya. Kebijakan tersebut juga akan berdampak pada distribusi bantuan pemerintah melalui KONI.
Ia menegaskan bahwa Porprov bukanlah tujuan akhir, melainkan pintu masuk menuju Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (BK PON). Oleh karena itu, pembinaan atlet harus berorientasi jangka panjang.
“Atlet Porprov ini akan berlanjut ke BK PON, jadi harus benar-benar disiapkan untuk memperkuat Jawa Barat,” ujarnya. Ia berharap kontribusi Kota Bandung dapat signifikan.
“Target kita minimal memberikan kontribusi 2,1 persen untuk Jawa Barat. Insya Allah Kota Bandung harus bisa mencapai itu,” katanya optimistis. Dengan seleksi ketat dan persiapan matang, Kota Bandung diyakini mampu meraih prestasi maksimal di Porprov 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....