Kejurcab Orado Kabupaten Bandung, Ajang Seleksi ke Tingkat Provinsi dan Nasional
- 28 Mar 2026 12:53 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Soreang - Kejuaraan Cabang (Kejurcab) Orado Kabupaten Bandung 2026 diikuti 38 Tim dari berbagai kecamatan. Kegiatan ini menjadi langkah awal penjaringan atlet domino untuk berlaga di tingkat provinsi hingga nasional.
Pembukaan Kejurcab dilakukan Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb, yang juga menjabat sebagai Ketua Pembina Pengcab Orado Kabupaten Bandung, Sabtu 28 Maret 2026. Hadir pula Ketua Bidang Humas PB Orado John LBF, Ketua Pengprov Orado Jawa Barat Ryan Dwinandra, Ketua Orado Kabupaten Bandung S. Budiawan Mufti, serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bandung Dicky Anugrah.
Ketua Orado Kabupaten Bandung, S. Budiawan Mufti, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Kejurcab merupakan bagian dari tahapan yang harus dilalui dalam pengembangan organisasi Orado hingga level nasional.
“Orado ini cabang olahraga baru. Ada tahapan yang harus dilalui, mulai dari kejurcab, kejurprov, hingga kejurnas. Setelah ini, 30 Maret akan digelar kejurprov dan 25 April kejurnas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Kejurcab ini juga menjadi sarana seleksi atlet yang akan mewakili Kabupaten Bandung.
“Juara satu dan dua akan kita siapkan untuk kejurprov, meskipun nanti ada penyesuaian komposisi tim,” katanya.
Menurut Budiawan, potensi atlet domino di Kabupaten Bandung cukup besar. Hal tersebut terlihat dari kebiasaan masyarakat yang telah lama memainkan gapleh di berbagai lingkungan.
“Permainan ini sudah hidup di masyarakat, terutama di pos ronda. Dengan adanya Orado, para pemain bisa dibina lebih terarah dan punya peluang berprestasi,” ungkapnya.
Dari total 31 kecamatan, saat ini sudah 17 kecamatan yang mengirimkan perwakilan, dengan total 38 tim yang berlaga dalam Kejurcab tersebut. Ia juga menyoroti bahwa permainan domino membutuhkan kemampuan berpikir dan strategi yang matang.
“Pemain harus mampu membaca situasi dan menghitung langkah dengan cermat. Di situlah tantangannya,” ujarnya.
Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb menyampaikan apresiasinya terhadap tingginya partisipasi peserta pada kejuaraan perdana tingkat kabupaten tersebut.
“Alhamdulillah, antusiasme peserta sangat tinggi. Ini menjadi awal yang baik untuk mengenalkan Orado kepada masyarakat,” katanya.
Ia mengungkapkan, salah satu cara untuk menarik minat peserta adalah dengan melibatkan pemerintah kecamatan. Para camat diminta mengirimkan atlet tanpa biaya pendaftaran.
“Kami mengajak camat untuk berpartisipasi dengan mengirimkan atletnya, tanpa dipungut biaya. Dengan cara ini, lebih banyak masyarakat bisa ikut terlibat,” jelasnya.
Menurutnya, jumlah peserta berpotensi lebih besar jika waktu pelaksanaan lebih longgar. “Kalau waktunya lebih panjang, jumlah peserta bisa jauh lebih banyak. Namun karena jadwal berdekatan dengan kejurprov, maka harus dibatasi,” ucapnya.
Ali berharap komunikasi antara pengurus kabupaten, provinsi, dan pusat terus terjalin agar pengembangan Orado berjalan lebih maksimal.
Sementara itu, Ketua Bidang Humas PB Orado John LBF mengaku terkesan dengan semangat para peserta di Kabupaten Bandung. “Antusiasmenya luar biasa. Ini menunjukkan potensi besar untuk melahirkan atlet domino dari daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, Orado memberikan peluang bagi masyarakat untuk meniti prestasi di bidang olahraga. “Siapa pun bisa menjadi atlet nasional melalui Orado. Kami juga sedang menyiapkan kejurnas sebagai bagian dari proses menuju keanggotaan KONI,” katanya.
Selain itu, John menilai aktivitas turnamen domino dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. “Setiap kegiatan akan menggerakkan pelaku usaha kecil, seperti pedagang makanan dan minuman. Ini membuka peluang ekonomi baru,” tuturnya.
Ia juga menyebutkan bahwa Orado diarahkan untuk berkembang hingga tingkat internasional. “Target ke depan adalah masuk ke federasi internasional. Dengan dukungan berbagai pihak, peluang itu terbuka,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....