Cinta Karate jadi Fondasi Prestasi FORKI
- 16 Feb 2026 09:15 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung -Ketua Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Kota Bandung, Agung Satria Negara, menegaskan bahwa kecintaan terhadap olahraga menjadi fondasi utama dalam membangun prestasi. Ia menilai, tanpa rasa memiliki dan dedikasi penuh, sulit bagi sebuah organisasi olahraga untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi secara berkelanjutan.
Menurut Agung, karate bukan sekadar cabang olahraga, melainkan bagian dari perjalanan hidup yang membentuk karakter, kedisiplinan, dan integritas dirinya. Pengalaman tersebut, kata dia, menjadi motivasi utama dalam mengabdi dan membangun FORKI Kota Bandung.
“Yang pertama tentu kita harus mencintai dulu olahraga ini. Saya lahir, besar, dan dididik oleh karate. Jadi ketika karate membutuhkan kita, kenapa tidak kita berkorban untuk memberikan yang terbaik,” ujar Agung di Aula KONI Kota Bandung, Minggu 15 Februari 2026.
Ia menambahkan, soliditas internal FORKI Kota Bandung tidak terlepas dari komitmen kolektif seluruh unsur organisasi. Kekompakan antarperguruan dan jajaran pengurus dinilai menjadi modal utama dalam menjaga stabilitas pembinaan atlet di berbagai tingkatan.
“Alhamdulillah FORKI Kota Bandung solid. Itu bukan kerja satu orang, tapi hasil kebersamaan seluruh perguruan dan pengurus,” katanya.
Agung menjelaskan, salah satu kunci dalam menjaga soliditas organisasi adalah penerapan sistem transparansi. Seluruh program kerja, pengelolaan anggaran, hingga proses pengambilan keputusan dilakukan secara terbuka dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk bidang pembinaan prestasi (binpres).
Saat ini, FORKI Kota Bandung membawahi 17 perguruan aktif yang secara konsisten mendukung program organisasi. Dukungan tersebut diwujudkan melalui komitmen menyerahkan atlet-atlet terbaik untuk dibina dan dipersiapkan menghadapi berbagai kejuaraan tingkat kota maupun provinsi.
Dalam Rapat Kerja Cabang (Rakercab) 2026, pembahasan difokuskan pada sosialisasi hasil Raker FORKI Jawa Barat serta persiapan menghadapi PORPROV 2026. Agung memberikan ruang khusus kepada tim binpres untuk memaparkan strategi teknis dan peta kekuatan atlet yang akan diturunkan.
Terkait capaian Babak Kualifikasi (BK) Porprov, Agung memastikan seluruh atlet yang diturunkan berhasil lolos di 17 kelas pertandingan.
Ia menegaskan pembinaan dilakukan tanpa jeda melalui latihan rutin setiap pekan demi menjaga kesinambungan performa.
“Alhamdulillah seluruhnya lolos, ada 17 kelas. Kami tidak pernah libur, latihan rutin setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu. Pembinaan teknis, fisik, dan mental terus diasah karena membangun ekosistem prestasi itu tidak mudah,” ungkap Agung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....