ITN Open IX 2026 Resmi Digelar
- 14 Feb 2026 15:18 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Perhelatan akbar taekwondo awal tahun, ITN Open IX 2026, resmi digelar di Gymnasium UPI, Kota Bandung. Kejuaraan antar unit se-Jawa Barat ini berlangsung selama dua hari, 14 hingga 15 Februari 2026, dan menjadi agenda yang paling dinantikan insan olahraga beladiri asal Korea tersebut.
Ribuan atlet dari berbagai daerah ambil bagian dalam kejuaraan tahunan ini. Ajang tersebut sekaligus menjadi barometer pembinaan sekaligus panggung unjuk kemampuan bagi atlet-atlet muda potensial Jawa Barat.
Ketua Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (TI) Jawa Barat, Divie,SH.MH. menegaskan bahwa usia sembilan tahun penyelenggaraan ITN menjadi fase penting dalam pendewasaan organisasi. Menurutnya, konsistensi selama hampir satu dekade harus diikuti dengan peningkatan kualitas tata kelola.
“Kalau usia sembilan tahun itu kan sudah lancar berjalan, kalau sekolah sudah SD,” ujar Divie saat memberikan sambutan, Sabtu 14 Februari 2026. Ia menilai, perjalanan panjang ITN harus diiringi standar penyelenggaraan yang semakin profesional.
Divie menekankan pentingnya pembenahan secara menyeluruh, baik dari sisi administrasi, teknis pertandingan, hingga pelayanan kepada peserta. Baginya, kualitas penyelenggaraan mencerminkan citra organisasi di mata publik.
“Makanya saya menitipkan itu tetap selalu berbenah, baik secara administrasi, secara penyelenggaraan maupun secara kualitas dalam menjamu,” tegasnya. Ia menyebut konsistensi pembenahan menjadi kunci menjaga kepercayaan peserta dan daerah.
Kejuaraan ITN Open IX tahun ini diikuti perwakilan dari 24 kota dan kabupaten di Jawa Barat. Tingginya partisipasi tersebut menunjukkan antusiasme daerah dalam mendorong prestasi taekwondo.
“Dua puluh empat kota kabupaten ingin menunjukkan prestasi,” kata Divie. Ia berharap dari kompetisi ini lahir atlet-atlet potensial yang siap memperkuat pembinaan Jawa Barat di level lebih tinggi.
Lebih lanjut, Divie menegaskan bahwa ITN bukan sekadar ajang rutin tahunan, melainkan bagian dari sistem pembinaan berkelanjutan. Kompetisi yang sehat, menurutnya, akan mempercepat proses regenerasi atlet.
“Saya harapkan nanti ada bermunculan dari atlet-atlet yang ikut di kejuaraan ITN ini yang bisa muncul menjadi generasi pembinaan untuk Jawa Barat,” ungkapnya. Ia optimistis ajang ini mampu menjadi lumbung talenta baru.
Meski bersifat reguler dan terbuka untuk umum, Divie mengingatkan bahwa orientasi utama tetap pada capaian prestasi. Ia menegaskan, jumlah peserta yang banyak harus diimbangi peningkatan kualitas pertandingan.
“Ya ini kan reguler umum, tapi kita selalu menekankan bahwa prestasi itu yang kita butuhkan bukan hanya sekadar kuantitas saja, tapi kualitas,” tandasnya. Ia menilai kualitas laga akan berdampak langsung pada peningkatan mental bertanding dan kemampuan teknik atlet.
Di akhir pernyataannya, Divie mengingatkan panitia agar tidak terjebak pada euforia penyelenggaraan semata. Ia meminta seluruh elemen organisasi memberikan dukungan penuh demi menjaga standar kejuaraan tetap kompetitif dan profesional.
“Nah ini yang selalu saya sampaikan ke rekan-rekan ITN, kalau mau bukan hanya sekadar euforia penyelenggaraan, tapi harus support organisasi tentang kualitas pertandingan,”tandasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....