Wagub Dukung Kejurprov Soft Tenis 2026

  • 13 Feb 2026 09:16 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Soft Tenis Jawa Barat 2026 Piala ePPsi. Ajang tersebut digelar oleh Pengprov Persatuan Soft Tenis Indonesia (PESTI) Jawa Barat bersama KONI Jabar serta didukung sejumlah sponsor.

Menurut Erwan, kejuaraan tingkat provinsi ini bukan sekadar agenda kompetisi tahunan, melainkan bagian dari strategi besar membumikan soft tennis di Tanah Pasundan. Ia menilai kolaborasi antara organisasi olahraga, pemerintah, dan pihak swasta menjadi kunci terselenggaranya event secara profesional.

“Kejurprov ini adalah langkah awal untuk lebih memasyarakatkan olahraga soft tennis di Jawa Barat. Kami tentu mengapresiasi Pengprov PESTI, KONI Jabar dan para sponsor yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” ujar Erwan usai penutupan kejuaraan di Goat Arena Lapangan Tenis Indoor Siliwangi, Jalan Manado, Kota Bandung, Kamis 12 Februari 2026.

Erwan mengungkapkan, hingga saat ini baru 10 dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat yang telah membentuk kepengurusan cabang (pengcab) soft tenis. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi tantangan serius dalam memperluas pembinaan atlet sekaligus sosialisasi olahraga tersebut di daerah.

Namun demikian, ia memandang situasi ini sebagai peluang untuk mempercepat ekspansi organisasi dan menjaring lebih banyak talenta muda. Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kata dia, akan terus mendorong terbentuknya kepengurusan di daerah-daerah yang belum memiliki pengcab.

“Dari 27 kabupaten/kota baru terbentuk 10 pengcab. Mudah-mudahan tahun yang akan datang terus bertambah sehingga soft tennis semakin dikenal dan diminati masyarakat,” katanya.

Selain aspek kelembagaan, Erwan juga menyoroti kendala teknis dalam pengembangan soft tennis, khususnya terkait ketersediaan peralatan. Ia menyebut raket dan bola soft tenis masih sulit diperoleh karena sebagian besar harus diimpor dari luar negeri.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat pembinaan jika tidak segera diatasi. Oleh karena itu, Pemprov Jabar berkomitmen mencari solusi jangka panjang agar kebutuhan perlengkapan dapat dipenuhi secara mandiri.

“Memang ada beberapa kendala, di antaranya raket dan bola yang masih sulit didapat karena kita masih impor. Ke depan kita harus bisa memproduksi sendiri,” tegasnya.

Erwan menambahkan, Jawa Barat memiliki potensi industri manufaktur yang memadai untuk memproduksi perlengkapan olahraga secara massal. Dengan dukungan infrastruktur dan sumber daya yang ada, ia optimistis produksi lokal dapat segera diwujudkan.

Pemerintah Provinsi Jabar, lanjutnya, akan mendorong kerja sama melalui nota kesepahaman (MoU) antara pihak industri dengan PESTI Jabar guna merealisasikan rencana tersebut.

“Kita akan dorong kerja sama dengan MoU bersama PESTI Jawa Barat agar bisa memproduksi raket maupun bola secara massal. Di Jawa Barat sudah ada pabrik-pabrik yang memungkinkan untuk itu,” jelas Erwan.

Dalam konteks pembinaan prestasi, Erwan menegaskan bahwa tahun 2026 menjadi momentum penting bagi olahraga Jawa Barat. Pada November mendatang, akan digelar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang menjadi ajang seleksi atlet potensial.

Porprov tersebut diproyeksikan sebagai langkah awal persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028. Mengingat Babak Kualifikasi (BK) PON akan dimulai pada awal 2027, pembinaan harus dilakukan secara terstruktur sejak sekarang.

“Tahun ini adalah tahun olahraga karena kita akan melaksanakan Porprov pada November 2026. Ini ajang mencari bibit atlet untuk persiapan PON 2028, karena awal 2027 sudah mulai Babak Kualifikasi (BK) PON,” ungkapnya.

Ia berharap Jawa Barat mampu mempertahankan tradisi juara umum pada PON mendatang. Sebelumnya, Jabar telah mencatatkan tiga kali gelar juara umum, yang menurutnya menjadi motivasi sekaligus tanggung jawab untuk dipertahankan.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kata Erwan, akan memberikan dukungan penuh terhadap kebutuhan pembinaan atlet dan cabang olahraga, termasuk menyelesaikan berbagai kendala yang dihadapi di lapangan.

“Kita sudah tiga kali juara umum dan berharap di 2028 bisa kembali juara umum. Pemprov Jabar akan men-support penuh. Nanti akan kita bicarakan bersama KONI dan induk organisasi cabang olahraga terkait kendala yang dihadapi,” tuturnya.

Terkait rencana penyelenggaraan kejuaraan berjenjang seperti Piala Gubernur, Erwan menyebut pihaknya tengah memfokuskan program olahraga secara bertahap. Setelah pelaksanaan kejuaraan tingkat wali kota dan bupati, agenda selanjutnya akan diarahkan ke level provinsi.

Ia berharap seluruh cabang olahraga, termasuk soft tenis, dapat mengikuti pola pembinaan tersebut agar tercipta sistem kompetisi yang berjenjang dan berkesinambungan di Jawa Barat.

“Kami dan Pak Gubernur memang baru satu tahun menjabat dan sedang mengejar visi-misi. Tahun ini mulai kita fokuskan ke olahraga, dari kejuaraan wali kota atau bupati, kemudian berlanjut ke Piala Gubernur. Saya berharap semua cabang olahraga, termasuk soft tenis, bisa mengikuti pola tersebut,” ucap Erwan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....