Yadi Sofyan Apresiasi Prestasi Atlet NPCI Kota Bandung

  • 28 Jan 2026 20:42 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Bandung, Yadi Sofyan, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas capaian prestasi para atlet NPCI Kota Bandung pada ajang ASEAN Para Games XIII/2026 di Thailand yang berlangsung pada 20–25 Januari 2026. Menurutnya, raihan tersebut merupakan buah dari kerja keras atlet, pelatih, dan dukungan semua pihak.

“Sebagai Ketua NPCI Kota Bandung saya mengucapkan alhamdulillah atas capaian prestasi anak-anak NPCI Kota Bandung. Walaupun kondisinya di Thailand sebagai tuan rumah itu banyak rekayasa, tapi kita tetap bisa menunjukkan yang terbaik,” ujar Yadi Sofyan saat penyambutan kontingen NPCI asal Jawa Barat di SPOrT Jabar Arcamanik, Kota Bandung, Rabu 28 Januari  2026.

Yadi menilai posisi Indonesia yang finis di peringkat kedua nasional tidak sepenuhnya mencerminkan kekuatan sesungguhnya. Ia menyebut, terdapat sejumlah nomor pertandingan yang tidak dipertandingkan sehingga memengaruhi peluang perolehan medali, termasuk bagi atlet asal Kota Bandung.

“Secara nasional kita memang kedua, tapi itu bukan karena prestasi mereka. Ada beberapa nomor atlet Kota Bandung yang didelet, seperti di judo ada tiga orang yang didelet,” ungkapnya.

Ia menambahkan, apabila nomor-nomor tersebut dipertandingkan secara terbuka dan adil, peluang tambahan medali emas sangat besar. Bahkan, Kota Bandung disebut memiliki potensi meraih hingga tujuh medali emas pada ajang tersebut.

“Kota Bandung sekarang alhamdulillah dapat empat emas. Sebenarnya kalau judo main, itu bisa sampai tujuh emas, insyaallah,” kata Yadi dengan nada optimistis.

Baca Juga: Pemain Anyar Persib Layvin Kurzawa Ikuti Latihan Perdana

Empat medali emas yang diraih Kota Bandung masing-masing disumbangkan oleh Indra Yoga yang meraih tiga emas dari cabang olahraga catur serta Sebrioni satu emas dari cabang angkat berat. Menurut Yadi, para atlet peraih medali ini merupakan aset penting untuk menghadapi Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) mendatang.

“Yang dua ini adalah aset untuk Peparda nanti. Harapan saya mereka bisa kembali meraih emas dari nomor masing-masing,” ujarnya.

Meski demikian, Yadi mengakui capaian kali ini belum sepenuhnya maksimal dibandingkan target awal. Ia menilai, pengurangan jumlah atlet yang diberangkatkan berdampak signifikan terhadap kekuatan tim secara keseluruhan.

“Kalau menurut saya belum maksimal. Idealnya bisa di tujuh atau delapan emas. Awalnya kan ada 20 atlet yang terpanggil, tapi karena efisiensi akhirnya hanya 10, jadi 50 persen kekuatan kita hilang,” jelasnya.

Selain soal prestasi, Yadi juga menyoroti masa depan atlet berprestasi, khususnya mereka yang sudah tidak lagi berada di usia produktif sebagai atlet. Ia mengaku telah menyampaikan aspirasi tersebut kepada DPR saat kegiatan monitoring di Solo.

“Saya sudah sampaikan agar atlet-atlet NPCI Kota Bandung yang berprestasi bisa mendapatkan pekerjaan, baik di BUMD maupun sektor swasta. Dukungan dari DPR sudah ada dan kami siap memperjuangkannya,” tegas Yadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....