Pelatih Asing Dominasi Proliga 2026
- 22 Jan 2026 21:31 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Perhelatan Proliga kembali menegaskan posisinya sebagai kompetisi bola voli paling bergengsi di Indonesia. Ajang profesional ini menghadirkan deretan pebola voli terbaik Tanah Air hingga pemain mancanegara, sekaligus menjadi panggung persaingan strategi tingkat tinggi antartim peserta di sektor putra dan putri.
Tidak hanya dipenuhi pemain asing, Proliga juga semakin diramaikan kehadiran pelatih-pelatih asal luar negeri. Dalam beberapa musim terakhir, peran peramu strategi asing kian menonjol dan mulai menyisihkan dominasi pelatih lokal di sejumlah tim peserta kompetisi voli profesional tersebut.
Proliga merupakan kompetisi bola voli profesional yang diselenggarakan Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) sejak 2002. Seiring perkembangan bola voli nasional dan internasional, berbagai regulasi serta format kompetisi terus mengalami penyesuaian guna menjaga kualitas dan daya saing liga.
Wakil Direktur Proliga, Reginald Nelwan, menjelaskan bahwa penggunaan pemain asing merupakan bagian dari strategi peningkatan mutu kompetisi. “Untuk pemain asing, kita memang memberi kewajiban tim-tim peserta Proliga untuk menggunakannya. Proliga 2026 maksimal kuota pemain asing itu dua orang.
Baca Juga: PSSI Tunjuk Vivin Cahyani Plt Ketua Jabar
Tujuannya untuk meningkatkan kualitas kompetisi sekaligus para pemain-pemain lokal kita,” ujar Reginald saat ditemui di Bandung, Rabu 21 Januari 2026.
Seiring kebijakan tersebut, tren penggunaan pelatih asing pun semakin masif.
Fenomena ini mulai terlihat jelas sejak Proliga 2024 dan kembali berlanjut pada Proliga edisi ke-24 tahun 2026. Dari total 12 tim peserta Proliga 2026, yang terdiri atas lima tim putra dan tujuh tim putri, hanya tiga tim yang memilih tidak menggunakan jasa pelatih asing.
Tiga tim tersebut adalah Garuda Jaya dan Medan Falcons Tirta Bhagasasi di sektor putra, serta Bandung bjb Tandamata di sektor putri. Garuda Jaya ditangani Nur Widayanto, Medan Falcons Tirta Bhagasasi dibesut Ariyanto Joko Sutrisno, sementara Bandung bjb Tandamata mempercayakan kursi pelatih kepala kepada Risco Herlambang.
Reginald mengakui dominasi pelatih asing di Proliga 2026 tidak terlepas dari target prestasi yang dipasang masing-masing tim. “Jadi penggunaan pelatih asing ini lebih ditujukan untuk pencapaian prestasi tim. Tapi bukan berarti kualitas pelatih lokal kita itu tidak baik,” kata Regi, sapaan akrabnya.
Lebih lanjut, PBVSI berharap kehadiran pelatih asing dapat menjadi sarana transfer ilmu bagi pelatih lokal. Kolaborasi di dalam tim dinilai penting untuk memperkaya wawasan kepelatihan dan meningkatkan kualitas pembinaan voli nasional.
“Kami memiliki keyakinan jika pelatih lokal pun cukup mumpuni. Sehingga mereka dikolaborasi untuk menangani tim Proliga. Kita berharap pelatih asing ini bisa transfer ilmu kepelatihan yang baru, karena PBVSI memiliki target agar semakin banyak pemain Indonesia yang bisa bermain di mancanegara,” pungkas Regi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....