Ricky Rismanto Juara PERCASI–SCUA FIDE Rated
- 19 Jan 2026 12:20 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Turnamen catur PERCASI–SCUA FIDE Rated 3 Tahun 2026 yang digelar di Hotel Mewangi, Kota Bandung, resmi berakhir pada Minggu 18 Januari 2026. Ajang ini menjadi panggung persaingan sengit antara pecatur senior dan generasi muda nasional, sekaligus bagian dari program pembinaan berkelanjutan PB PERCASI untuk meningkatkan kualitas dan daya saing atlet catur Indonesia.
Gelar juara berhasil diraih Master Nasional Ricky Rismanto setelah mengoleksi 8 poin dari sembilan babak pertandingan. Ricky unggul dalam perhitungan tie-break atas Akbar Akmalnaiti yang harus puas di posisi runner-up meski mengantongi poin sama, yakni 8. Konsistensi permainan Ricky sepanjang turnamen menjadi kunci keberhasilannya naik ke podium tertinggi.
Kejutan datang dari pecatur muda I Kadek Dhanvant Keene. Pecatur berusia 12 tahun tersebut tampil impresif dan menempati peringkat ketiga dengan raihan 6,5 poin, unggul dalam tie-break atas International Master Ronny Gunawan yang berada di posisi keempat dengan poin serupa. Posisi lima besar dilengkapi Kenny Horasino Bach dengan koleksi 6 poin.
Baca Juga: LavAni Kalahkan Bhayangkara, Tegaskan Dominasinya di Proliga 2026
Direktur Pertandingan, Lisa Karlina Lumongdong, menyampaikan apresiasinya atas suksesnya penyelenggaraan turnamen ini. Menurutnya, PERCASI–SCUA FIDE Rated 3 tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga bagian penting dalam membangun ekosistem pembinaan catur nasional. “Turnamen ini berjalan dengan lancar dan kami sangat berterima kasih kepada Ketua Umum PB PERCASI, Bapak Utut Adianto, atas komitmen luar biasa dalam membangun catur Indonesia,” ujar Lisa.
Lisa menegaskan, turnamen ini memiliki peran strategis bagi pecatur muda untuk meningkatkan ELO rating sekaligus menambah jam terbang bertanding. “Event ini sangat penting karena benar-benar memfasilitasi pecatur muda untuk meningkatkan ELO rating sekaligus sebagai ajang latih tanding,” katanya. Kehadiran pecatur senior, lanjut Lisa, memberi nilai tambah berupa transfer pengalaman dan pembelajaran langsung di atas papan catur.
PB PERCASI, menurut Lisa, berkomitmen menggelar turnamen serupa secara berkelanjutan. Ia menyebut pembinaan catur harus dilakukan secara berlapis dan terstruktur. “Pembinaan ini berlapis, mulai dari grandmaster, pecatur muda tim nasional, hingga layer ketiga seperti turnamen ini. Setiap lapisan membutuhkan level kompetisi yang berbeda agar perkembangan atlet tetap terukur,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal PB PERCASI, Nanang Puja Laksana, menyebut turnamen ini sebagai bagian dari strategi regenerasi atlet nasional. Dari total 62 peserta, sebanyak 39 peserta lahir pada 2005 ke atas. “Pertemuan dua generasi ini sangat penting. Pecatur muda yang penuh semangat bertemu dengan pecatur senior yang matang secara pengalaman,” ujar Nanang.
Nanang menilai performa pecatur muda sudah menunjukkan perkembangan positif meski belum sepenuhnya mendominasi pecatur senior. Ia menegaskan PB PERCASI akan terus menjaga siklus pembinaan melalui turnamen resmi. “Latihan saja tidak cukup. Pecatur harus bertanding di turnamen resmi karena itu akan mempengaruhi rating dan gelar mereka, baik nasional maupun internasional,” tegasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....