Duel Sengit Pecatur Muda Warnai PERCASI-SCUA 2026
- 17 Jan 2026 18:51 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Turnamen Catur PERCASI–SCUA FIDE Rated 3 2026 memasuki hari ketiga pelaksanaan pada Jumat 16 Januari 2026 di Hotel Mewangi, Kota Bandung, Jawa Barat. Persaingan ketat tersaji di setiap babak, terutama pada duel antara pecatur senior dan generasi muda yang masih berusia belia.
Pertemuan lintas generasi ini menjadi warna tersendiri dalam turnamen yang digelar Pengurus Besar (PB) PERCASI bekerja sama dengan Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA).
Meski minim pengalaman dan jam terbang, para pecatur muda tampil tanpa gentar menghadapi pemain senior. Bahkan, tidak sedikit di antara mereka yang mampu mengimbangi hingga mengungguli lawan-lawannya yang lebih berpengalaman. Fenomena tersebut menjadi sorotan utama karena menunjukkan perkembangan signifikan pembinaan catur usia dini di Indonesia.
International Master (IM) Danny Juswanto menilai pesatnya kemajuan pecatur muda tidak terlepas dari metode latihan yang semakin modern. Menurutnya, generasi muda kini sudah sangat akrab dengan teori pembukaan hingga analisis berbasis engine. “Yang tua ini sudah harus berbenah diri. Mereka yang muda sudah bermain dengan teori yang standar, bahkan lebih dari standar, sudah pakai teori engine,” ujar Danny.
Baca Juga: Sucipto Kembali Pimpin PSTI Jawa Barat 2026–2030
Meski demikian, Danny menilai para pecatur muda masih memiliki sejumlah kelemahan, terutama dari sisi mental dan psikologi bertanding. Ia menilai banyak pemain muda terlalu bergantung pada persiapan sehingga kerap ragu saat pertandingan berlangsung. “Prepare-nya kadang berlebihan. Jadi kurang pede. Padahal kalau mau jalan, ya jalan saja,” katanya.
Dari aspek teknis, Danny menilai kualitas permainan pecatur muda cukup menjanjikan, khususnya pada fase opening dan middle game. Namun, ia menekankan pentingnya pematangan di fase endgame serta naluri menghadapi tekanan. “Naluri menghadapi ancaman belum terbiasa. Kalau ada ancaman sedikit takut. Padahal dalam catur harus siap dengan tekanan,” ujarnya.
Sementara dari sisi fisik, stamina pecatur muda dinilai sangat baik karena usia yang rata-rata masih di bawah 20 tahun. Danny pun menyarankan agar para pemain menjaga kondisi fisik dengan olahraga ringan. “Jalan pagi atau lari ringan itu penting untuk menjaga endurance, apalagi di turnamen panjang,” ucapnya.
Hingga lima babak berjalan, IM Danny Juswanto mencatatkan dua kemenangan dan tiga hasil remis dengan total poin 3,5, menempatkannya di posisi delapan klasemen sementara. Menariknya, tiga hasil remis tersebut diraih saat menghadapi pecatur muda. Salah satu yang mencuri perhatian adalah I Kadek Dhanvant Keene Anggaswara, pecatur berusia 12 tahun yang untuk sementara memimpin klasemen.
Dhanvant mengaku telah mempersiapkan diri sejak akhir 2025 dengan intensitas latihan mencapai enam jam per hari di bawah bimbingan sang ayah. “Target saya ingin meningkatkan Elo rating, tembus 2000. Sekarang masih di 1903,” ujarnya. Turnamen PERCASI–SCUA FIDE Rated 3 2026 pun dinilai menjadi ajang strategis dalam menjaring serta memoles bibit unggul catur nasional melalui kompetisi yang mempertemukan pengalaman dan potensi masa depan catur Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....