Pertandingan Persahabatan Angkat Berat, Jaga Semangat Atlet

  • 12 Des 2025 21:08 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Cabang olahraga angkat berat di bawah naungan NPCI Kota Bandung terus melakukan berbagai terobosan agar proses pembinaan atlet tetap berjalan optimal, meski minim kompetisi resmi. Salah satu langkah strategis diwujudkan melalui pertandingan persahabatan antarpengurus cabang (pengcab) yang digelar pada Rabu, 10 Desember 2025, di GOR PABBSI Jabar, Komplek Olahraga Pajajaran, Kota Bandung.

Kegiatan ini diikuti 15 atlet dari lima daerah. Mereka datang dari Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Kota Tasikmalaya, dan Kabupaten Bogor.

Meski bertajuk pertandingan persahabatan, atmosfer kompetitif tetap terasa kuat sepanjang kegiatan. Para atlet tampil dengan performa terbaik untuk menguji kemampuan fisik, teknik, serta mental bertanding.

Koordinator Cabor Angkat Berat NPCI Kota Bandung, Usdi Permana, mengatakan bahwa kegiatan ini hadir sebagai solusi atas minimnya kalender kompetisi resmi bagi para atlet disabilitas. “Kalau bicara kejuaraan, cabang angkat berat ini sangat jarang dipertandingkan. Kadang setahun itu tidak ada sama sekali,” ujarnya.

Baca juga : NPCI Kota Bandung Syukuri Gelar Juara Umum Kejurda

Usdi menyebut, kejuaraan besar seperti Peparda atau Peparnas hanya digelar empat tahun sekali, sehingga ruang unjuk kemampuan para atlet sangat terbatas. Kondisi itu mendorong NPCI Kota Bandung mengambil langkah kreatif untuk menghadirkan pertandingan alternatif. “Karena itu kami berinisiatif membuat pertandingan persahabatan seperti ini agar atlet tetap punya panggung,” katanya menegaskan.

Menurut Usdi, pertandingan persahabatan memiliki nilai strategis dalam menjaga ritme pembinaan atlet. Momentum seperti ini menjadi sarana penting untuk mengevaluasi teknik angkatan, daya tahan fisik, hingga kemampuan mengelola tekanan kompetisi. “Kegiatan ini bukan hanya uji coba fisik, tetapi juga untuk menjaga semangat dan mentalitas bertanding para atlet,” tuturnya.

Lebih jauh, Usdi menekankan bahwa pertandingan kali ini diikuti banyak atlet baru yang membutuhkan jam terbang. Para pendatang baru tersebut perlu merasakan atmosfer kompetisi agar proses pembinaan lebih terarah. “Banyak wajah baru yang kami turunkan. Mereka sangat butuh jam terbang. Kalau hanya latihan tanpa pertandingan, motivasi bisa turun,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pertandingan nyata di arena memberikan pengalaman berbeda yang tidak bisa diperoleh dari latihan rutin. Kepercayaan diri, pengambilan keputusan, hingga pengendalian tekanan dapat terasah melalui situasi kompetitif yang sesungguhnya. “Dengan adanya pertandingan, mental mereka terasah, kepercayaan diri meningkat, dan mereka paham bagaimana mengelola tekanan saat tampil,” kata Usdi.

Melihat antusiasme atlet dan manfaat besar dari kegiatan tersebut, Usdi berharap ajang serupa tidak berhenti sebagai agenda insidental. Ia menegaskan perlunya keberlanjutan agar pembinaan berjalan lebih terstruktur. “Saya ingin kegiatan seperti ini berjalan berkelanjutan. Bisa tiga bulan sekali, empat bulan, lima bulan, sampai enam bulan sekali,” ucapnya.

Usdi menutup harapannya dengan pesan bahwa konsistensi pertandingan menjadi kunci menjaga motivasi dan perkembangan atlet angkat berat. Menurutnya, semakin sering atlet diberi kesempatan bertanding, semakin besar peluang mereka meraih prestasi di tingkat daerah maupun nasional.

“Intinya, atlet tidak jenuh hanya berlatih tanpa target bertanding,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....