Klasifikasi Wujud Keadilan bagi Atlet Disabilitas Jabar

  • 13 Okt 2025 16:29 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung:Ketua Biro Klasifikasi National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jawa Barat, Elvan Leonardi, menegaskan bahwa klasifikasi merupakan langkah penting untuk menciptakan keadilan di antara para atlet disabilitas dalam arena pertandingan.

“Klasifikasi adalah sarana untuk memastikan para atlet disabilitas bertanding secara adil dan setara. Melalui klasifikasi, ditentukan kelas masing-masing atlet agar mereka berlaga dengan lawan yang memiliki tingkat disabilitas sebanding. Konsep ini mungkin tidak ditemukan pada olahraga non-disabilitas,” ujar Elvan saat ditemui di sela kegiatan Diklat dan Pelatihan Klasifikasi yang digelar di Hotel Golden Flower, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Senin (13/10/2025).

Menurut Elvan, tantangan terbesar dalam proses klasifikasi sering kali terletak pada aspek medis dan fisioterapi, yang bagi sebagian orang awam bisa terasa rumit. Karena itu, kegiatan diklat dan pelatihan ini memberikan bekal dasar kepada para pengurus cabang (pengcab) kabupaten/kota agar memiliki pemahaman awal dalam mengenali calon atlet disabilitas.

“Melalui pelatihan ini, peserta akan belajar bagaimana mengarahkan atlet ke cabang olahraga yang sesuai dengan kondisi fisiknya. Dengan begitu, atlet tidak terkesan ‘asal masuk’ ke cabang olahraga tertentu,” jelasnya.


Baca juga:Maung Ngora Jaga Tren Kemenangan di EPA

Elvan menambahkan, pelatihan ini juga dilengkapi dengan simulasi klasifikasi, karena setiap jenis disabilitas,baik pada kaki, tangan, maupun anggota tubuh lainnya,memiliki perbedaan kelas di setiap cabang olahraga.

Ia menegaskan, Diklat dan Pelatihan Klasifikasi kali ini lebih difokuskan kepada pengurus dan pelatih di lingkungan NPCI Jawa Barat. Para peserta belum sepenuhnya memiliki kewenangan menentukan klasifikasi atlet, mengingat proses tersebut membutuhkan lisensi dan sertifikasi khusus.

“Tujuannya agar para pengurus dan pelatih memiliki wawasan mendalam mengenai dasar klasifikasi sebelum melibatkan tenaga profesional bersertifikat,” pungkas Elvan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....