Usia 48 Tahun, Agung Berprestasi di Level Internasional
- 31 Jul 2025 00:11 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung: Berawal dari garasi rumah di kawasan Jalan Simfoni, Turangga, Kota Bandung, Agung Satria Negara berhasil mewujudkan impiannya membina generasi muda melalui olahraga bela diri. Ia mendirikan Satria Negara Fighting Camp (SNFC) pada masa pandemi Covid-19 tahun 2020 lalu.
“Awalnya hanya beberapa tetangga yang ikut latihan. Tapi lama-kelamaan peminatnya terus bertambah. Dari situlah muncul tekad saya untuk meresmikan SNFC sebagai wadah latihan bela diri yang lebih serius,” ujar Agung saat ditemui di Bandung, Rabu (30/7/2025).
Lima tahun berselang, SNFC menjelma menjadi pusat pelatihan bela diri yang diperhitungkan, dengan lebih dari 1.000 anggota terdaftar. Dari jumlah tersebut, sekitar 542 orang aktif berlatih secara rutin.
Tidak hanya di Bandung, SNFC kini telah membuka cabang di berbagai wilayah seperti Bootcamp Laswi, Antapani, Cipedes Bogor, dan Yogyakarta. Agung menegaskan bahwa keberhasilan SNFC tak lepas dari komitmen membangun sistem pelatihan yang profesional dan berkelanjutan.
Seluruh pelatih di SNFC telah memiliki sertifikasi resmi. Mereka merupakan lulusan Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.
“Para pelatih kami tidak hanya memiliki latar belakang akademik di bidang olahraga, tetapi juga berpengalaman bertanding serta melatih di level nasional dan internasional. Ini yang menjadi kekuatan utama dalam menjaga mutu pelatihan di SNFC,” jelas Agung.
SNFC kini menjadi tempat pembinaan berbagai cabang olahraga bela diri, mulai dari grappling, mixed martial arts (MMA), hingga kick boxing. Tak hanya fokus pada aspek teknik, SNFC juga menekankan pembinaan karakter, disiplin, dan sportivitas bagi para pesertanya, khususnya generasi muda.
Agung berharap kehadiran SNFC dapat terus mencetak atlet-atlet potensial yang mampu bersaing dan mengharumkan nama bangsa di kancah nasional maupun internasional.
Tak hanya fokus pada pembinaan, Agung juga terus membuktikan eksistensinya sebagai atlet aktif di usia yang tidak muda lagi. Di usia 48 tahun, ia masih rutin mengikuti berbagai kejuaraan, termasuk ADCC International Grappling yang digelar di Phuket, Thailand, awal Agustus 2025.
“Usia hanyalah angka. Semangat harus tetap menyala. Saya ingin meninggalkan jejak dalam sejarah olahraga Indonesia, bahwa Agung Satria Negara tetap mampu berprestasi di level nasional dan internasional,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....