Semarak Bandoeng 10K, Spirit Bandung Kembali Digelar

  • 18 Mei 2025 12:36 WIB
  •  Bandung

KBRN,Bandung; Sebanyak 3.100 pelari dari berbagai penjuru Indonesia hingga mancanegara ambil bagian dalam ajang Bank bjb Bandoeng 10K yang digelar pada Minggu, 18 Mei 2025. Mengusung tema "Bandung Kembali", lomba ini tak sekadar ajang adu cepat, melainkan juga perayaan kolaboratif yang menghidupkan kembali semangat Bandung sebagai kota penuh sejarah, budaya, kreativitas, dan olahraga.

Wali kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan, ajang ini mengadopsi konsep point to point, rute lomba dimulai dari Kantor Pusat Bank bjb di Jalan Braga dan berakhir di Balai Kota Bandung.

Lebih lanjut Para pelari diajak menyusuri jalan-jalan ikonik seperti Hotel Savoy Homann, Gedung Merdeka, Hotel Preanger, hingga kawasan Dago sebuah pengalaman yang memadukan olahraga dan wisata sejarah.

Bahkan ia menyebut, ajang ini menarik minat pelari dari dalam dan luar negeri, termasuk dari Kenya, Inggris, Singapura, dan Malaysia. Dengan sertifikasi dari World Athletics, Bank bjb Bandoeng 10K menghadirkan pengalaman berlari yang tak terlupakan: suhu sejuk khas pagi Bandung, lalu lintas steril, serta suasana kota yang diramaikan dengan sentuhan budaya dan produk UMKM lokal.

“Biasanya start dan finish lomba lari di lokasi yang sama, tapi kali ini berbeda. Start di Jalan Naripan, finish di Balai Kota. Ini inovatif dan lebih menantang,” ujar Farhan, Minggu (18/5/2025).

Ia menyebut event ini sebagai bukti Bandung layak menjadi destinasi unggulan sport tourism di Indonesia. Farhan juga berharap ajang yang baru pertama kali digelar ini bisa terus berkembang dan menjangkau peserta lebih luas di tahun-tahun mendatang,“Semoga tahun - tahun mendatang bisa terus di kembang,” Harapnya.

Sementara itu, Corporate Secretary Bank bjb, Sani Ikhsan Maulana, menambahkan, tema Bandung Kembali bukan sekadar slogan. Akan tetapi pihaknya mengajak agar masyarakat ikut terlibat dalam merawat identitas Kota Bandung.

“Ini adalah ajakan untuk merayakan dan merawat identitas Kota Bandung lewat olahraga yang sehat, inklusif, dan menginspirasi,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan komitmen Bank bjb dalam mendukung sport tourism serta perekonomian lokal melalui peran aktif UMKM,“ Ini juga sebagai bentuk, perekonomian lokal melalui peran aktif UMKM,” tegasnya.

Pelari nasional Agus Prayogo, yang keluar sebagai juara di kategori elit, mengaku puas dengan pelaksanaan lomba,“ Start jam 5 pagi, cuaca segar, lalu lintas steril, rute menantang semuanya mendukung performa maksimal,” tuturnya.

Menurutnya, sistem point to point juga memberikan keuntungan dalam pemanasan dan logistik,“ Ini bagus untuk persiapan, kan bisa juga buat pemanasan,” Bebernya.

Dukungan teknis juga diapresiasi oleh Satyo Haryo dari PB PASI. “Jumlah peserta boleh 3.000-an, tapi yang penting adalah kualitas lombanya. Rute, sistem IT, manajemen waktu semua harus membuat pelari puas,” tegasnya.

Tak hanya sukses sebagai ajang olahraga, event ini juga memberi dampak ekonomi. Pemimpin Redaksi Harian Kompas, Haryo Damardono, mencatat bahwa 39% peserta berasal dari luar Jawa Barat. Peserta termuda tercatat berusia 14 tahun, sementara yang tertua mencapai usia 80 tahun.

“Ini membuktikan bahwa semangat Bandung menular. Bahkan ada peserta dari Makassar dan 12 pelari asing,” paparnya.

Ia menegaskan bahwa event ini bukan hanya soal lari, tapi juga wadah membangkitkan perekonomian daerah,“ Ini bukan soal lari tapi, membangkitkan perekonomian daerah,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....