Sebanyak 831 Perenang Ramaikan Bandung Open Championship

  • 08 Des 2024 21:36 WIB
  •  Bandung

KBRN,Bandung: Kejuaraan Akuatik Bandung Open Championship 2024 resmi dimulai pada Sabtu, 7 Desember 2024, di Kolam Renang Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Ajang bergengsi ini diikuti oleh 831 atlet renang dari berbagai klub di seluruh Indonesia. Total terdapat 3.087 nomor pertandingan yang akan dipertandingkan dalam kejuaraan ini.

Acara ini diharapkan menjadi wadah bagi para perenang muda untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka sekaligus meningkatkan atmosfer kompetisi di kancah nasional.

Sebanyak 96 klub renang dari berbagai wilayah di Jawa Barat dan luar daerah turut berpartisipasi dalam kejuaraan yang digelar di kolam renang Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung. Peserta terdiri dari 31 klub asal Kota Bandung dan 65 klub dari luar Kota Bandung, termasuk perenang dari provinsi lain seperti DKI Jakarta, Banten, Yogyakarta, Bali, Bangka Belitung, Jambi, Jawa Tengah, dan Sulawesi Tenggara.

Prosesi pembukaan kejuaraan ini dihadiri sejumlah tokoh olahraga, di antaranya Ketua Umum Akuatik Jawa Barat Verdia Josep, Kepala Bidang Prestasi dan Prasarana DISPORA Kota Bandung Hendi Maulana Yusuf, serta Ketua KONI Kota Bandung Dr. Nuryadi. Mereka memberikan apresiasi kepada orang tua atlet yang dinilai telah menjadi motivator utama bagi para perenang untuk memberikan performa terbaik.

"Terima kasih kepada para pelatih dan khususnya orang tua. Di kolam UPI inilah, Pengprov PRSI Jawa Barat memecahkan rekor pada PON 2016, dengan torehan 23 medali emas. Ini membuktikan kerja keras luar biasa dari seluruh Pengcab bersama Pengprov Akuatik Jawa Barat," ujar Dr. Nuryadi dalam sambutannya pada Sabtu (7/12/2024).

Kejuaraan ini memperebutkan medali emas dan piagam, menjadi ajang penting bagi para atlet untuk menunjukkan prestasi terbaik mereka.

Nuryadi, menegaskan pentingnya pembinaan atlet akuatik sejak usia dini untuk menghadapi tantangan di masa depan. Menurutnya, kejuaraan yang digelar saat ini menjadi bagian dari langkah strategis untuk mempersiapkan atlet menuju level internasional.

"Kami berharap, dalam rencana jangka panjang nasional, Indonesia dapat masuk lima besar dunia. Ini adalah tantangan yang harus kita hadapi bersama, terutama di bidang akuatik," ujar Nuryadi.

Ia juga menggarisbawahi bahwa regenerasi atlet perlu direncanakan matang. "Perenang yang saat ini berusia 10 tahun akan berusia 25 tahun pada Olimpiade 2044. Mereka harus dipersiapkan dari sekarang agar mampu bersaing di panggung dunia," tambahnya.

Pernyataan ini menegaskan komitmen PRSI dalam mencetak atlet unggulan yang mampu membawa nama Indonesia bersinar di kancah internasional, khususnya di ajang Olimpiade mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....