Exit Tol Padalarang jadi Barometer Pengamanan Libur Nataru Jabar

  • 27 Des 2025 15:20 WIB
  •  Bandung

KBRN, Padalarang: Exit Tol Padalarang kembali menjadi sorotan pada momentum libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Titik ini dinilai sebagai salah satu barometer kelancaran arus lalu lintas Jawa Barat karena menjadi gerbang utama pergerakan kendaraan dari dan menuju Bandung Raya, khususnya dari arah Jakarta dan sekitarnya.

Untuk memastikan arus kendaraan tetap terkendali, Pos Gabungan Jabar Bergerak Kabupaten Bandung Barat melakukan monitoring intensif di kawasan tersebut. Kegiatan ini sekaligus menegaskan kesiapan pengamanan lintas sektor dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama periode Nataru.

Anggota DPR RI Atalia Praratya, turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi Pos Gabungan, kesiapan personel, serta sistem pengaturan lalu lintas yang diterapkan di Exit Tol Padalarang. Dalam kunjungannya, Atalia menekankan pentingnya soliditas antarinstansi dalam menjamin keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

“Keberadaan pos gabungan di titik rawan kepadatan seperti Padalarang menjadi elemen krusial dalam pengendalian lalu lintas selama libur panjang. Kesiapan petugas dan kerja sama lintas sektor sangat menentukan rasa aman masyarakat yang melakukan perjalanan Natal dan Tahun Baru,” ujarnya, Sabtu (27/12/2025).

Baca juga:Perbaikan Jalur Alternatif di Lembang Dikebut

Pos Gabungan Jabar Bergerak melibatkan unsur TNI, Polri, Dinas Perhubungan, tenaga kesehatan, serta relawan, termasuk Crew Ambulance Padalarang. Seluruh personel disiagakan selama 24 jam untuk merespons cepat potensi kemacetan, kecelakaan, maupun kondisi darurat lainnya.

Selain memantau arus kendaraan, rombongan juga meninjau fasilitas pendukung di pos pelayanan, seperti sarana kesehatan darurat dan sistem komunikasi antarpetugas. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal dan adaptif terhadap situasi lapangan yang dinamis.

Berdasarkan pantauan, arus lalu lintas di Exit Tol Padalarang terpantau ramai namun tetap lancar. Rekayasa lalu lintas diberlakukan secara situasional sesuai perkembangan volume kendaraan, dengan prioritas utama pada keselamatan pengguna jalan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....