Libur Nataru, Pemkot Bandung Antisipasi Lonjakan Wisatawan
- 22 Des 2025 14:44 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung; Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memberikan perhatian khusus terhadap penataan sejumlah ruas jalan utama dan kawasan strategis di wilayah kota. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kenyamanan dan keamanan masyarakat, sekaligus mempercantik wajah Kota Bandung di tengah meningkatnya aktivitas warga dan kunjungan wisatawan.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan bahwa penataan tersebut merupakan bagian dari upaya beautification Kota Bandung serta antisipasi terhadap lonjakan wisatawan pada akhir tahun. Menurutnya, momen Nataru selalu diiringi dengan peningkatan mobilitas masyarakat yang signifikan, baik dari dalam maupun luar daerah.
“Demi kenyamanan dan kondusivitas menjelang Nataru, kami memberikan perhatian lebih pada titik-titik jalan tertentu sebagai bagian dari upaya beautification Kota Bandung,” ujar Farhan, Senin (22/12/2025).
Farhan menjelaskan, terdapat empat aspek utama yang menjadi fokus Pemkot Bandung dalam penataan kota menjelang libur akhir tahun. Pertama, kebersihan lingkungan hidup, termasuk pengelolaan sampah dan kebersihan ruang publik. Kedua, kondisi dan kualitas infrastruktur jalan agar tetap aman dan nyaman dilalui.
Ketiga, penerangan jalan umum (PJU) serta pengaturan lalu lintas untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat. Keempat, aspek keindahan kota yang meliputi penataan taman, pepohonan, dan ruang terbuka hijau.
Baca juga : Walikota Farhan Perjuangkan Rute Penerbangan Bandung–Yogyakarta
“Empat hal ini kami perhatikan secara serius. Mulai dari kebersihan, infrastruktur jalan, penerangan dan pengaturan lalu lintas, sampai keindahan kota seperti taman dan pohon,” katanya.
Meski demikian, Farhan menegaskan bahwa di atas seluruh aspek tersebut, faktor keamanan dan kenyamanan masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Mengingat tingginya aktivitas dan potensi kepadatan selama libur Nataru, Pemkot Bandung akan menerapkan pengamanan ekstra dengan melibatkan berbagai unsur terkait.
“Yang paling penting tetap keamanan dan kenyamanan. Karena suasananya ramai sekali, maka akan ada penjagaan khusus, petugas kebersihan tambahan, semuanya disiapkan secara ekstra,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Farhan juga memaparkan data kunjungan wisatawan ke Kota Bandung. Selama periode normal, jumlah wisatawan rata-rata mencapai sekitar 700 ribu orang per bulan. Namun, khusus pada dua bulan terakhir tahun ini, angka tersebut diperkirakan mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
“Dalam dua bulan ini, kemungkinan bisa hampir mencapai dua juta kunjungan. Kalau total setahun, jumlah wisatawan lokal dan mancanegara sekitar 8,7 juta orang,” ungkapnya.
Ia memprediksi, pada akhir tahun ini jumlah kunjungan wisatawan per bulan dapat mencapai sekitar satu juta orang, meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut dinilai sebagai sinyal positif bagi sektor pariwisata dan perekonomian Kota Bandung.
“Kalau dibandingkan dengan tahun kemarin, kelihatannya memang naik,” ucapnya.
Untuk mengetahui dampak ekonomi dari peningkatan kunjungan wisatawan tersebut, Pemkot Bandung berencana melakukan penghitungan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) pada akhir Desember 2025.
“Nanti di akhir Desember kami bersama BPS akan menghitung ulang dampak ekonomi dari berbagai event dan dari dibukanya kembali Bandung sebagai destinasi wisata utama di Indonesia,” tuturnya.
Ia berharap, hasil perhitungan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi dan perencanaan ke depan. Menurutnya, setiap peningkatan jumlah wisatawan selalu membawa konsekuensi yang harus diantisipasi secara matang oleh pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.
“Mudah-mudahan ini bisa menjadi pelajaran, karena setiap kali ada peningkatan jumlah wisatawan, pasti ada konsekuensi yang harus kita siapkan bersama,” tandasnya.