DPR RI Sebut UMKM di Kawasan Industri Punya Potensi Besar, Tak Hanya Sekedar Kuliner

  • 02 Okt 2026 18:55 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Komisi VII DPR RI mendorong pengembangan UMKM di sekitar kawasan industri agar tidak hanya bergerak pada sektor makanan dan tempat tinggal bagi pekerja. UMKM dari sektor selain kuliner dinilai memiliki potensi yang juga besar untuk tumbuh di kawasan industri.

Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena, mengatakan kebutuhan masyarakat dan pekerja di kawasan industri cukup beragam. Karena itu, peluang usaha UMKM dinilai perlu diperluas ke berbagai sektor pendukung lainnya.

Hal tersebut disampaikan Samuel saat kunjungan kerja Komisi VII DPR RI ke Greenland International Industrial Center (GIIC) Deltamas, Kabupaten Bekasi, Jumat 2 Oktober 2026. Menurutnya, keberadaan perusahaan besar di kawasan industri seharusnya dapat membuka lebih banyak peluang bagi UMKM masyarakat sekitar.

Sejauh ini, usaha masyarakat ataupun UMKM yang tumbuh di kawasan Industri itu antara lain jenis kuliner melalui restoran maupun properti melalu kontrakan. Ia menilai, UMKM dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan, pendidikan, serta berbagai layanan lainnya.

"Kalau kita melihat kebutuhan para pekerja, ini pasti tidak hanya masalah perut dan tidur, tapi banyak kebutuhan-kebutuhan lainnya. Contohnya tentu ada kebutuhan pendidikan, kesehatan, serta hiburan atau aktualisasi diri," ujar Samuel, Jumat 2 Oktober 2026.

Samuel mengatakan pengembangan UMKM juga perlu dilakukan melalui kolaborasi lintas kementerian, termasuk antara Kementerian Perindustrian dan Kementerian Ekonomi Kreatif. Potensi kreativitas masyarakat sekitar kawasan industri perlu didorong agar mampu menghasilkan berbagai produk dan jasa yang dapat masuk dalam ekosistem industri.

"Saya berharap kalau Kementerian Perindustrian bisa kolaborasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif, ini perlu dilakukan karena persoalannya masyarakat yang tumbuh di sini kan ada yang remaja, ada yang anak-anak, ada yang secara kreatifitas dia bisa dipicu untuk mengembangkan UMKM," ujarnya menambahkan.

Di sisi lain, Samuel menilai pengembangan UMKM perlu didukung pemetaan kebutuhan dari perusahaan-perusahaan yang berada di kawasan industri. Data mengenai jenis pekerjaan dan kebutuhan masing-masing perusahaan dapat menjadi acuan masyarakat untuk mengembangkan usaha maupun meningkatkan keterampilan.

Ia juga mendorong peningkatan kompetensi masyarakat sekitar agar tidak hanya mengisi pekerjaan pada level tertentu, tetapi secara bertahap mampu memenuhi kebutuhan pekerjaan dengan kualifikasi yang lebih tinggi. Samuel berharap pengembangan kawasan industri dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat di sekitarnya, tidak hanya melalui penyerapan tenaga kerja, tetapi juga dengan tumbuhnya UMKM dan usaha pendukung lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....