Jurnalis Bandung Gelar Doa Bersama untuk Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda

  • 12 Sep 2026 13:12 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Puluhan jurnalis di Kota Bandung menggelar doa bersama dan aksi solidaritas untuk lima pewarta yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat menjalankan tugas peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Kota Bandung, Jumat 11 September 2026 malam.

Aksi tersebut diinisiasi Pewarta Foto Indonesia (PFI) Bandung bersama Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Jawa Barat dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandung. Ketua PFI Bandung Raisan Al Farisi mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian insan pers terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hingga hari keempat operasi pencarian belum ditemukan.

"Jadi aksi malam ini PFI bekerja sama dengan IJTI Jawa Barat bersama AJI Bandung menggelar doa bersama dan menyalakan lilin sebagai bentuk solidaritas," ujar Raisan, Jumat 10 September 2026.

Mengusung tema "Menyalakan Harapan", kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para jurnalis untuk mendoakan keselamatan seluruh korban yang masih dalam pencarian.

Raisan berharap upaya pencarian yang dilakukan tim SAR dapat segera membuahkan hasil. Ia juga mengajak insan pers di Bandung terus memberikan dukungan melalui doa agar para jurnalis dan awak kapal dapat ditemukan dalam kondisi selamat.

"Harapan kita PFI, IJTI, AJI, semoga pencarian hari ini dan besok bisa membuahkan hasil. Kami di Bandung mendoakan mereka agar segera ditemukan dan selamat," katanya.

Selain doa bersama, aksi solidaritas diisi dengan penyalaan lilin. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan aksi teatrikal yang dibawakan seniman pantomim Wanggi Hoediyatno sebagai bentuk ekspresi dukungan terhadap para pewarta yang masih dalam pencarian.

Sementara itu, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengerahkan 13 kapal pada hari keempat operasi pencarian. Armada tersebut dibagi menjadi empat sektor untuk menyisir wilayah perairan Selat Sunda.

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan belasan kapal tersebut digunakan untuk memperluas upaya pencarian lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

"Untuk hari ini, kami menggerakkan 13 alutsista yang terbagi dalam empat sektor," katanya.

Lima pewarta foto yang dilaporkan hilang kontak yakni Muhammad Bagus Khoirunas dari ANTARA, Arie Basuki dari merdeka.com, fotografer lepas Donal Husni, Yudhistira dari iNews, serta Daus dari Anadolu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....