Berani Bicara, Kepercayaan Korban Kekerasan pada Pemerintah Mulai Meningkat

  • 18 Jun 2026 15:57 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Tasikmalaya - Kepercayaan korban kekerasan kini mulai meningkat terhadap pemerintah, terutama dalam penyelesaian kasus kekerasaan yang ada. Hal ini terlihat, dengan semakin banyaknya korban kekerasan yang mau angkat bicara.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifah Fauzi saat kunjungan kerjanya di Tasikmalaya, Kamis 18 Juni 2026, mengatakan, angka kekerasan meningkat karena banyaknya korban yang mau terbuka untuk bicara dengan apa yang dialaminya. Kondisi ini berbeda dengan masa sebelumnya, dimana korban lebih banyak menutup diri karena stigma dan lainnya.

“Iya kekerasan masih terjadi. Namun, saat ini korban kekerasan berani berbicara, jadi semakin banyak yang terungkap dan terselesaikan,” katanya.

Selain keberanian berbicara, kata dia, ini juga menjadi indikasi meningkatnya kepercayaan terhadap pemerintah. Penanganan kasus kekerasan, semakin baik dan tuntas.

Meski demikian, Arifah mengatakan, dalam penanganan kekerasan, perlu upaya lintas sektor. Termasuk dari hulu, yakni keluarga.

“Kekerasan ini banyak penyebabnya. Namun jika ini dilakukan bersama, mulai dari keluarga, kekerasan terhadap anak dan perempuan dapat diminimalisir,” ujarnya.

Untuk memfasilitasi warga, Kementerian PPPA melalui UPTD PPA siap dalam menangani, terutama menerima laporan warga yang mengalami kekerasan.”UPTP PPA ini disiapkan untuk masyarakat, yang jika melihat atau mengalami kekerasan, akan memberikan pelayanan yang dibutuhkan,” katanya.

Sementara itu Irfan warga Cipedes mengakui penanganan kekerasan saat ini memang jauh lebih baik. Hanya saja penanganan, hanya fokus kepada pelaku saja. Padahal kata Irfan, selain pelaku dan korban, keluarga korban kekerasan juga menanggung kerugian, baik mental dan materi.

“Ini sering terlupakan, padahal keluarga korban juga butuh pendampingan. Sehingga, bisa menerima bahwa keluarganya telah menjadi korban kekerasan,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....