Disdagin Kota Bandung Pastikan,Pasokan Kepokmas Masih Aman

  • 06 Mar 2026 13:42 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung memastikan hingga saat ini belum terjadi kepanikan warga dalam membeli kebutuhan pokok. Pemerintah Kota Bandung juga menjamin ketersediaan bahan pokok di pasar maupun ritel modern masih dalam kondisi aman.

‎Kepala Disdagin Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap kondisi pasar untuk memastikan distribusi dan stok kebutuhan masyarakat tetap terjaga.

‎“Ya, sejauh ini belum ada laporan yang mengkhawatirkan. Untuk kebutuhan masyarakat seperti minyak goreng dan bahan pokok lainnya juga masih tersedia. Kami berharap masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan panic buying,” ujar Ronny di Bandung, Jumat 6 Maret 2026.

‎Ronny menjelaskan, pemerintah daerah secara rutin melakukan monitoring ke sejumlah pasar tradisional maupun pusat perbelanjaan modern guna memastikan tidak terjadi lonjakan pembelian yang tidak wajar. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan serta harga kebutuhan pokok di masyarakat.


‎Selain melakukan pemantauan pasar, Pemerintah Kota Bandung juga menggelar berbagai program untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Salah satunya melalui kegiatan bazar murah yang digelar di sejumlah wilayah Kota Bandung.

‎Menurut Ronny, kegiatan bazar murah yang digelar oleh pemerintah kota mendapatkan respons positif dari masyarakat. Antusiasme warga terlihat cukup tinggi dalam memanfaatkan program tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih murah.

‎“Kemarin juga Pemkot Bandung sudah menggelar bazar murah, dan alhamdulillah antusiasme warga cukup tinggi. Bahkan Pak Wali Kota juga sempat hadir di kegiatan tersebut,” katanya.

‎Pemerintah Kota Bandung juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang beredar di media sosial yang belum tentu kebenarannya. Informasi yang tidak akurat dikhawatirkan dapat memicu kekhawatiran masyarakat sehingga melakukan pembelian barang dalam jumlah berlebihan.

‎Ronny menegaskan, pemerintah terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya panic buying, termasuk dengan pengelola ritel modern serta para pedagang di pasar tradisional.

‎“Takutnya ada masyarakat yang membeli barang dalam jumlah banyak karena pengaruh informasi di media sosial. Karena itu kami juga akan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk retail-retail, untuk mengantisipasi hal tersebut. Kami juga melakukan monitoring ke pasar-pasar agar tidak terjadi panic buying,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....