Kemendikdasmen Perkuat Implementasi TKA lewat Sinergi Guru dan Orang Tua
- 05 Mar 2026 20:42 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan komitmennya memperkuat implementasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama melalui pendekatan yang humanis, berintegritas, serta berorientasi pada kesejahteraan psikologis peserta didik.
Pendekatan tersebut diwujudkan melalui penguatan sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mempersiapkan mental siswa menghadapi asesmen. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar materi, tetapi juga sebagai penguat karakter dan motivasi belajar. Di sisi lain, orang tua menjadi lingkungan pertama yang menanamkan nilai kepercayaan diri, ketekunan, serta kejujuran kepada anak.
Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan sosialisasi TKA bertema “Sekolah sebagai Ruang Aman: Strategi Mengelola Kesiapan Mental Siswa Menghadapi TKA” yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bekerja sama dengan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP).
Dalam sambutannya, Penasihat DWP Kemendikdasmen, Masmidah Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa TKA dirancang sebagai bagian dari sistem asesmen nasional untuk mendorong peningkatan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.
“Tes Kemampuan Akademik dirancang sebagai bagian dari sistem asesmen yang mendorong peningkatan kualitas pembelajaran. Namun perlu kita tegaskan bahwa asesmen bukanlah tujuan akhir, asesmen adalah sarana untuk memahami proses belajar siswa, menetapkan kebutuhan mereka, dan memperbaiki layanan pendidikan agar semakin relevan dan bermakna,” ujarnya, dalam keterangannya, Rabu 4 Maret 2026.
Ia menambahkan, pendekatan terhadap TKA harus ditempatkan dalam kerangka yang sehat dan humanis. Peserta didik tidak boleh diposisikan sekadar sebagai objek pengukuran, melainkan sebagai individu yang sedang tumbuh dan mengembangkan potensinya.
“Kita tidak boleh membiarkan asesmen menjadi sumber tekanan yang berlebihan. Sebaliknya, asesmen harus menjadi pengalaman belajar yang memperkuat mental, karakter, dan daya juang mereka,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BSKAP, Toni Toharudin, menyampaikan bahwa TKA bukan sekadar ujian tambahan, melainkan instrumen strategis untuk memotret kemampuan akademik siswa secara objektif, terutama dalam aspek literasi, numerasi, dan penalaran.
“Ketika kita berbicara tentang Tes Kemampuan Akademik, kita sebenarnya sedang berbicara tentang budaya belajar yang sehat. TKA membantu kita melihat secara lebih jujur bagaimana proses belajar terjadi di ruang kelas dan apa yang perlu kita perbaiki bersama,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa partisipasi satuan pendidikan dalam pelaksanaan TKA jenjang SD dan SMP telah mencapai sekitar 97 persen, yang menunjukkan tingginya komitmen sekolah dalam membangun budaya mutu dan akuntabilitas pembelajaran.
Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan dari 20 sekolah di sekitar lokasi PPSDM yang terdiri atas kepala sekolah, guru, guru bimbingan dan konseling, komite sekolah, serta perwakilan dinas pendidikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....