KAHMI Eropa Apresiasi Gelar Doktor HC Kepala BNN
- 01 Feb 2026 10:58 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Ketua Umum Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Eropa, Choirul Anam, Ph.D., memberikan apresiasi tinggi atas penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa (HC) kepada Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Polisi Drs. Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si., oleh Universitas Tarumanegara (Untar) Jakarta. Penganugerahan tersebut berlangsung di kampus Untar dan dinilai memiliki makna strategis bagi perkembangan institusi kepolisian di Indonesia.
Menurut Choirul Anam, gelar kehormatan tersebut bukan sekadar bentuk pengakuan akademik personal, melainkan simbol penting transformasi kelembagaan Polri yang kini semakin menempatkan kapasitas intelektual sebagai fondasi kepemimpinan. Ia menilai, kepemimpinan aparat penegak hukum saat ini dituntut tidak hanya kuat di lapangan, tetapi juga unggul dalam pemikiran dan perumusan kebijakan.
“Pencapaian Komjen Suyudi meraih Doktor HC dari institusi pendidikan terkemuka seperti Untar adalah bukti nyata bahwa Polri telah bertransformasi. Pemimpin kepolisian masa kini tidak hanya diukur dari prestasi operasional, tetapi juga dari kemampuan berpikir strategis dan kontribusi keilmuan,” ujar
Baca Juga: Longsor Pasirlangu, 15 Korban Masih Dicari
Choirul Anam dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu 31 Januari 2026.Komjen Suyudi Ario Seto dikenal sebagai perwira tinggi Polri dengan rekam jejak panjang dan cemerlang.
Ia telah menempati berbagai posisi strategis, baik di bidang operasional maupun struktural. Saat ini, sebagai Kepala BNN, Suyudi memimpin upaya nasional dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkotika yang dinilai sebagai ancaman serius bagi masa depan generasi bangsa.
Gelar Doktor HC yang diberikan Untar disebut sebagai pengakuan atas kontribusi pemikiran, kepemimpinan, dan dedikasi Komjen Suyudi dalam penegakan hukum serta penanggulangan narkotika.“Untar tentu tidak sembarangan memberikan gelar kehormatan, Ini adalah validasi akademis terhadap kepemimpinan dan gagasan beliau yang berdampak nyata bagi masyarakat,” kata Anam, alumni Charles University Prague tersebut.
Lebih lanjut, Anam menilai pencapaian ini mencerminkan pergeseran paradigma kepemimpinan Polri dari pendekatan command and control menuju knowledge-based leadership. Dalam model ini, pemimpin dituntut memiliki kemampuan analisis, berbasis data, serta terbuka terhadap riset dan inovasi.
“Kejahatan narkotika adalah masalah kompleks yang membutuhkan pendekatan multidisipliner. Tanpa kapasitas akademis yang kuat, sulit menghadapi tantangan sebesar ini,” ujarnya.
Ia juga melihat sosok Komjen Suyudi sebagai representasi pemimpin dengan model scholar-practitioner leadership, yakni mampu mengintegrasikan pengalaman lapangan dengan refleksi akademis. “Pemimpin seperti ini tidak hanya bertindak, tetapi juga terus belajar dari pengalamannya sendiri dan mengembangkan kebijakan berbasis pengetahuan,” jelas Anam.
Dalam konteks kelembagaan, Anam menilai capaian tersebut menjadi indikator konkret transformasi Polri, antara lain melalui meningkatnya minat pendidikan tinggi di kalangan perwira, kolaborasi dengan perguruan tinggi, serta adopsi kebijakan berbasis bukti.“Pemimpin yang memiliki literasi akademis tinggi akan lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan dinamika kejahatan modern,” katanya.
Sebagai akademisi yang aktif di jejaring riset Eropa, Anam menilai transformasi Polri kini sejajar dengan praktik di negara-negara maju. “Di banyak negara, pimpinan kepolisian memiliki latar belakang akademis kuat dan terlibat dalam riset. Pencapaian Komjen Suyudi menempatkan Indonesia dalam peta global reformasi kepolisian modern,” ujarnya.
KAHMI Eropa berharap penganugerahan gelar Doktor HC ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat budaya riset di BNN dan Polri secara luas. “Kami berharap ini mendorong lahirnya kebijakan penanggulangan narkotika yang benar-benar berbasis bukti ilmiah dan menjadi inspirasi bagi generasi muda menuju Indonesia Emas 2045,” tutup Choirul Anam.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....