SAR Bagi Zona Pencarian, 250 Personel Terlatih Dikerahkan
- 26 Jan 2026 14:35 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung Barat – Operasi pencarian korban longsor di Kampung Pasir Kuning, RW 10 dan 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), kembali dilanjutkan pada hari ke tiga Senin 26 Januari 2026. Tim SAR gabungan membagi area pencarian ke dalam beberapa sektor untuk mempercepat proses evakuasi korban.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya (Marsdya) TNI Muhammad Syafii mengatakan, pembagian sektor dilakukan setelah asesmen awal dari titik mahkota longsoran hingga ke lidah longsoran. Skema ini diterapkan untuk mengatur pergerakan personel dan meminimalkan risiko keselamatan.
“Setelah asesmen awal dari mahkota longsor sampai lidah longsoran, area dibagi menjadi beberapa sektor. Personel SAR terlatih yang terlibat langsung sekitar 250 orang, sedangkan total personel gabungan termasuk unsur pendukung mencapai 450 orang,” kata Syafii di lokasi bencana.
Dalam operasi ini, Basarnas mengerahkan unsur udara dan darat. Unsur udara menggunakan 12 unit drone untuk pemantauan dan pemetaan area terdampak, sementara unsur darat melibatkan personel SAR dan alat berat yang telah disiagakan.
Baca juga:Siang Ini, Lima Korban Longsor Kembali Dievakuasi
Namun, penggunaan alat berat belum dapat dilakukan secara maksimal. Material longsoran yang masih labil dan berisiko tinggi membuat evakuasi dilakukan secara bertahap.
Syafii menegaskan seluruh unsur di lapangan, mulai dari koordinator sektor hingga pengamanan, akan bekerja maksimal untuk menemukan seluruh korban. Hambatan utama pencarian adalah cuaca yang tidak menentu, dengan hujan berintensitas sedang hingga lebat, serta kondisi material longsoran yang belum stabil.
Berdasarkan asesmen awal, ketebalan timbunan longsor diperkirakan mencapai lima meter, menutup area selebar sekitar 100 meter dengan panjang longsoran hingga tiga kilometer. Untuk mempercepat pencarian korban, anjing pelacak (K9) dari TNI dan Polri dijadwalkan diterjunkan pada hari yang sama guna mendeteksi keberadaan korban di bawah timbunan material.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....