Meriam GS Caesar, Modernisasi Alutsista Indonesia
- 06 Apr 2023 21:33 WIB
- Bandung
KBRN, Purwakarta: Batalyon Armed 9 Pasopati Kostrad merupakan dua dari batalyon Kostrad yang memiliki meriam 155/mm GS Caesar.
Meriam yang masuk ke Indonesia pada tahun 2014, merupakan upaya modernisasi Alutsista TNI, khususnya TNI AD.
Komandan Batalyon Armed 9 Pasopati Kostrad Letkol Arm Dian Akhmad Arifandi mengatakan, Alutsista tersebut memiliki tingkat keakuratan yang presisi dan jarak tembak yang jauh mencapai 40 kilometer.
“Alutsista ini merupakan alat yang modern yang pertama kali datang ke Indonesia di tahun 2014”ujar Letkol Arm Dian Akhmad Arifandi di Markas Batalyon Armed 9 Pasopati Purwakarta, Rabu (5/4/2023).
Ia menyebut meriam 155/mm GS Caesar ini di pergunakan untuk mengantisipasi ancaman dan gangguan khususnya untuk menunjang pertahanan negara.
“Alat yang dipersiapkan bilamana ke depan terjadi sesuatu hal yang tidak kita inginkan” tambahnya.
Letkol Dian, menambahkan perlu adanya persiapan karena saat ini Indonesia memiliki populasi yang begitu besar hingga perlu memiliki pertahanan yang kuat.
“Kia sudah siap bila ke depan terjadi sesuatu,”tandasnya.
Perlu diketahui bahwa meriam 155 mm/GS Caesar ini memiliki keunggulan Rate Of Fire (kecepatan menembak), High Precision (tepat kena), Logistic Efficiency (efisiensi Dorlog) serta Shoot And Scoot (menembak dan beralih kedudukan).
Sedangkan untuk jumlah awak bisa membawa 5 orang dan dapat diangkut dengan pesawat C-130 Hercules..
Senjatanya menggunakan sistem penjajaran, otomatis atau komputerisasi dan dilengkapi komputer balistik, pibak MV radar serta navigasi canggih INS. Selain itu dalam satu kali pertempuran bisa membawa 18 peluru dan mampu digunakan dalam cuaca atau iklim apapun.
Meriam 155 mm/GS Caesar buatan Prancis yang memiliki senjata dengan kaliber 155 mm ini, dimiliki Batalyon Armed 9 Pasopati Kostrad sebanyak 12 unit.(az)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....