Tim “Buru eXpedition” Wanadri, dilepas Bupati Buru

  • 17 Sep 2025 15:48 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Bupati Buru secara resmi melepas tim “Buru eXpedition” dalam sebuah seremoni yang digelar di Aula Kantor Bupati Buru, Namlea, Kabupaten Buru, Maluku, Rabu (17/9/2025). Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam upaya eksplorasi dan pengenalan kembali potensi alam dan budaya Pulau Buru yang selama ini belum sepenuhnya tergali.

Ekspedisi bertajuk “Rediscover Buru” ini digagas oleh Wanadri, organisasi pelopor kegiatan alam bebas di Indonesia, bekerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Mahatva (Mapala Pertanian Unpad). Tujuannya bukan hanya melakukan petualangan alam, tetapi juga mengangkat keanekaragaman hayati, potensi sosial-budaya, dan memperkuat upaya pelestarian lingkungan serta pengembangan masyarakat.

Seremoni pelepasan tim ekspedisi turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh penting, antara lain Sekda Kabupaten Buru, Asisten II Bupati, Kepala Dinas Kesehatan, Dinas Pariwisata, Koordinator Pos Basarnas Namlea, Dandim 1506 Namlea. Acara diawali dengan Tari Adat Sawat Buru, sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya lokal.

Ketua Tim Ekspedisi Pulau Buru, Yoppy Saragih, menjelaskan bahwa kegiatan ekspedisi melibatkan berbagai aktivitas lintas disiplin, mulai dari penelitian flora, pendakian gunung, pemanjatan tebing, hingga program kesehatan masyarakat.

Baca juga: AAF, Hadirkan Karnaval Youth Forum, Bazaar Internasional

“Kami ingin menunjukkan bahwa eksplorasi alam tidak berhenti pada petualangan, tetapi berkembang menjadi riset, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat,” ungkap Yoppy, dalam keterangan resminya, Rabu (17/9/2025).

Salah satu pencapaian besar tim adalah pemanjatan Tebing Kaku Mahu setinggi 700 meter yang selama ini belum pernah tersentuh. Selain itu, tim peneliti menelusuri hutan Gunung Kapalatmada untuk mengidentifikasi flora resisten terhadap perubahan iklim, dengan target publikasi dalam jurnal ilmiah, buku populer, hingga rekomendasi kebijakan konservasi.

Ekspedisi ini tidak hanya menyoroti sisi alam, tetapi juga menggali potensi sosial-budaya Pulau Buru. Tim melakukan pendataan kebudayaan lokal sebagai dasar pengembangan ekowisata berbasis tradisi, serta menjalankan sirkumnavigasi pesisir Pulau Buru menggunakan kayak laut untuk memetakan potensi bahari yang masih tersembunyi.

Dalam bidang lingkungan, tim melaksanakan program rehabilitasi mangrove dan pelatihan selam bersertifikat bagi masyarakat lokal untuk penanaman terumbu karang. Kegiatan ini didukung oleh berbagai pihak seperti West Java Conservation Trust Fund (WJCTF) dan komunitas lingkungan di Buru.

Salah satu kegiatan yang mendapat apresiasi luas adalah operasi katarak gratis untuk masyarakat, pemeriksaan kesehatan, pembagian kacamata baca, serta penyediaan akses air bersih. “Secara filosofi, ini merupakan keberkahan bagi saudara-saudara kita di Pulau Buru,” kata Effendy Rada, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Buru.

Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda berkelanjutan yang melibatkan pemerintah, swasta, LSM, media, dan elemen masyarakat lainnya.

Rangkaian Kegiatan “Buru eXpedition” April–Oktober 2025, yaitu: 1)Pemanjatan Tebing Kaku Mahu (700 m) pada 20 Mei 2025, sekaligus pendataan flora di wilayah tebing curam. 2)Penelitian Flora Gunung Kapalatmada, Fokus pada identifikasi tumbuhan tahan perubahan iklim. Targetnya: jurnal ilmiah, buku, kebijakan konservasi, hingga penamaan spesies baru.

3)Pendataan Sosial Budaya & Potensi Ekowisata. Observasi berbasis kearifan lokal. 4)Sirkumnavigasi Pesisir Pulau Buru dengan Kayak Laut. Pemetaan potensi pesisir dan laut sebagai identitas bangsa bahari. 5)Rehabilitasi Mangrove. Penanaman dan perawatan mangrove sebagai upaya konservasi dan mitigasi perubahan iklim.

6)Pelatihan Selam Bersertifikat A. Untuk pemeliharaan terumbu karang dan mendukung pariwisata bahari. 7)Program Kesehatan Masyarakat – Operasi katarak, layanan kesehatan umum, distribusi kacamata baca, dan penyediaan air bersih.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Wanadri, PERDAMI, BASARNAS, TNI AU, TNI AD, KODAM Pattimura, Dinas Kesehatan Maluku/Buru, serta elemen masyarakat Buru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....