Pemkab Garut Dorong UMKM Jadi Supplier MBG
- 23 Jan 2026 13:24 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Garut - Pemerintah Kabupaten Garut menilai inisiatif "Program Kick Off Pemberdayaan UMKM dan Kelompok Masyarakat Sebagai Supplier Program Makan Bergizi Gratis (MBG)" merupakan bentuk pengembangan UMKM yang sangat komprehensif. Pasalnya, program ini menyentuh akar permasalahan yang sering dihadapi pelaku usaha kecil, mulai dari ketersediaan bahan baku, standarisasi proses produksi, hingga jaminan keamanan pangan.
"Karena teman-teman di UMKM itu dibantu menghadapi persoalan biasa yang ada di UMKM. Pertama dari bahan baku, proses produksi, dan keamanan pangan demi menjamin produk produk yang dibuat itu akan memenuhi persyaratan keamanan pangan yang baik, sehingga bisa dikonsumsi dengan aman dan jangka panjang," Ujar Bupati Garut Abdussy Syakur disela kegiatan "Program Kick Off Pemberdayaan UMKM dan Kelompok Masyarakat Sebagai Supplier Program Makan Bergizi Gratis (MBG)" di Pabrik PT Mandala 525 (MDL 525) Garut, Jumat , 23 Januari 2026.
Ia mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk membangun kolaborasi dengan program nasional MBG. Pemerintah Kabupaten Garut berencana mengirimkan surat rekomendasi kepada Badan Gizi Nasional (BGN) agar UMKM lokal mendapatkan prioritas sebagai penyuplai.
"Karena kewenangan semua ini ada di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masing-masing dan kalo di kasih kesempatan dibukakan informasi ini, sehingga nanti SPPG itu bisa memberikan kebermaknaan yang benar benar diharapkan," tambahnya.
Baca juga : Wagub Jabar Tegaskan Pentingnya Universitas Cetak Generasi Muda
Salah satu poin krusial yang dibahas adalah rencana pengembangan budidaya kedelai di wilayah Garut. Mengingat Indonesia masih mengimpor sekitar 2,6 juta ton kedelai per tahun, Bupati menilai Garut memiliki kecocokan lahan yang luar biasa untuk menjadi basis produksi kedelai nasional.
"Ini merupakan peluang untuk kita apalagi kedelai produk yang vital. Dalam artian banyak digunakan untuk produk produk makanan di Indonesia. Ini juga bersamaan nanti bahan bakunya kita pikirkan, proses, teknologi dan yang terpenting modal," katanya.
Pimpinan MDL 525, Haris Kalicman, menyatakan kesiapan industrinya dalam mendukung program ini. Sebagai perusahaan yang berpengalaman memproduksi susu bubuk kedelai, pihaknya menjamin kualitas kedelai lokal mampu bersaing dengan produk impor.
Dengan tehnologi yang dimiliki, pihaknya menjamin kualitas produk disesuaikan dengan kapasitas pabrik yang dimiliki dan tentunya sudah mengantongi izin BPOM serta bersertifikat lengkap.
"Untuk perbandingan kualitasnya sama-sama bagus baik dari lokal maupun impor. Di MDL 525, peran kami hanya menjamin kualitas saja dengan teknologi yang kami punya serta kapasitas pabrik yang dimiliki, izin BPOM serta bersertifikasi lengkap," tegas Haris.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....