MBG Diperkuat Edukasi Publik Demi Generasi Sehat
- 25 Nov 2025 09:55 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali diperkenalkan kepada masyarakat, pemangku kebijakan daerah, serta para pelaksana teknis melalui kegiatan sosialisasi yang digelar di Warung Kopi Inspiratif, Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jumat (21/11/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman publik mengenai pentingnya pemenuhan gizi sebagai fondasi pembangunan manusia.
Acara tersebut menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani, Anggota DPRD Kabupaten Bandung Muhammad Akmal Arrafat, serta Tenaga Ahli Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi BGN Teguh Supangardi. Ketiganya memberikan pandangan dari berbagai aspek, mulai dari regulasi, pelaksanaan di daerah, hingga pentingnya edukasi gizi untuk masyarakat.
Dalam pemaparannya, Netty Prasetiyani menegaskan bahwa MBG tidak boleh dipahami hanya sebagai program bantuan, melainkan sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia. Ia menyebut, peningkatan kualitas gizi anak merupakan kebutuhan mendesak guna memperkuat daya saing bangsa menuju visi Indonesia Emas 2045.
Baca juga:Pastikan Kualitas, Bupati Monev Proyek Jalan Cibalong- Derah
“Anak dengan asupan gizi baik tumbuh lebih sehat, mampu berpikir kritis, dan siap berkontribusi bagi masa depan bangsa. Karena itu, MBG harus menjadi gerakan nasional bersama, bukan hanya proyek pemerintah,” ujar Netty. Ia juga menekankan peran penting tiga fungsi DPR—legislasi, anggaran, dan pengawasan—agar program berjalan tepat sasaran.
Di tingkat daerah, Muhammad Akmal Arrafat menyoroti perlunya pengawasan serius terhadap pelaksanaan MBG. Menurutnya, berbagai aspek terus dievaluasi, mulai dari kebersihan dapur, penyusunan menu, hingga pemenuhan standar gizi sesuai ketentuan yang berlaku.
“MBG bukan hanya soal memberi makan gratis, tetapi memastikan kualitas gizi terbaik bagi anak-anak kita,” tegas Akmal. Ia menambahkan, kehadiran tenaga ahli gizi menjadi unsur penting sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Kepala BGN Nomor 6 Tahun 2025. Dampak positif pun mulai terlihat, seperti meningkatnya kehadiran siswa serta berkurangnya beban ekonomi orang tua. Respons siswa yang menyampaikan “surat cinta” bagi kelanjutan program menjadi bukti antusiasme mereka.
Sementara itu, perwakilan BGN, Teguh Supangardi, menekankan bahwa MBG merupakan bagian dari strategi besar memperkuat ketahanan pangan daerah. Pemanfaatan pangan lokal, menurutnya, mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat.
“Program ini tidak hanya memberikan makanan bergizi, tetapi juga menghidupkan ekonomi lokal melalui penggunaan bahan pangan daerah,” ujarnya. Teguh menegaskan bahwa seluruh dapur MBG wajib memenuhi empat standar nasional: kecukupan kalori, komposisi gizi, higienitas, dan keamanan pangan. Ia juga mengajak masyarakat berperan aktif melakukan pengawasan melalui kanal resmi BGN.
“Dengan sinergi pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat, kita pastikan MBG menjadi fondasi kuat bagi generasi Indonesia yang sehat dan berdaya saing,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....