Perkuat Keamanan Pangan, Pemkab Latih Ratusan Petugas Gizi

  • 13 Okt 2025 22:05 WIB
  •  Bandung

KBRN, Sukabumi: Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus menunjukkan komitmennya dalam membangun daerah dari sisi yang paling mendasar, pangan yang aman dan bergizi. Salah satu langkah konkretnya adalah menyelenggarakan pelatihan keamanan pangan bagi para petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang digelar di Aula Sudirman, Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, menegaskan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci penting dalam menciptakan sistem pangan yang aman, mulai dari dapur hingga ke piring warga. “Pemerintah hadir untuk memastikan seluruh tahapan, dari produksi sampai distribusi pangan, benar-benar aman dan menyehatkan. Pelatihan ini mendukung Sukabumi yang mubarokah,” ujar Ade, dalam keterangannya, Senin (13/10/2025).

Baca juga:Disbudpora Kabupaten Sukabumi, Apresiasi Komitmen Festival Galuh Pakuan

Lebih dari sekadar teori, pelatihan ini juga menekankan pentingnya pemanfaatan bahan pangan lokal. Ade mendorong para peserta, sebagian besar pengelola dapur layanan publik, untuk mengutamakan bahan dari petani dan produsen daerah.

“Kalau kita gunakan hasil bumi sendiri, ekonomi warga akan ikut bergerak. Jangan ragu bertanya kalau ada materi yang belum dimengerti. Ilmu ini harus dipraktikkan, bukan disimpan,” pesannya kepada peserta.

Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap di tiga wilayah Palabuhanratu, Cikidang, dan Cibadak, dengan target seluruh SPPG terlatih sebelum akhir Oktober 2025.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat (PKMM) Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Irwan Ruswandi, menyebut pelatihan ini menjadi fondasi penting penerapan UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. “Kami ingin masyarakat percaya bahwa makanan yang disediakan di sekolah, layanan sosial, dan fasilitas publik itu aman, bergizi, dan berkualitas,” kata Irwan.

Sementara itu, Komandan Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi, Letkol Inf Agung Ariwibowo, menggarisbawahi pentingnya disiplin dalam penyediaan makanan siap saji, terutama bagi anak-anak sekolah dan kelompok rentan.

“Memasak harus tepat waktu, distribusi pun harus sesuai SOP. Jangan sampai dimasak malam, didistribusikan besok siang. Kedisiplinan bisa menyelamatkan banyak hal,” tegasnya.

Ia juga menyebut program ini selaras dengan Asta Cita Presiden, khususnya dalam meningkatkan gizi generasi muda, memperkuat ekonomi lokal lewat bahan pangan domestik, dan menciptakan peluang kerja baru melalui sektor pelayanan makanan sehat.

 

 

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....