Polisi Terus Selidiki Keracunan Massal MBG di KBB

  • 03 Okt 2025 14:57 WIB
  •  Bandung

KBRN, Cimahi: Insiden keracunan massal menimpa ribuan anak sekolah akibat Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Kepolisian Resor (Polres) Cimahi bergerak cepat untuk mengungkap penyebab dan kemungkinan adanya unsur pidana dalam kejadian tersebut.

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N Adi Putra, menyebut pihaknya telah mengambil sejumlah sampel makanan dan minuman yang diduga menjadi penyebab keracunan. Sampel itu diambil untuk diuji di laboratorium forensik.

“Semua langkah kami tempuh agar penyidikan ini objektif. Hasil lab akan menjadi bukti penting untuk mengetahui sumber keracunan,” ujar Niko, Kamis (2/10/2025).

Penyelidikan dilakukan secara menyeluruh, melibatkan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cimahi, dua polsek di bawahnya (Sindangkerta dan Cililin), serta tim dari Ditkrimsus Polda Jawa Barat.

Baca juga : Korban Keracunan MBG di Garut Menjadi 303 Orang

Tiga titik kejadian menjadi fokus utama polisi dua di wilayah Sindangkerta dan satu di Cihampelas. Sejauh ini, belasan saksi telah dimintai keterangan, termasuk beberapa anak yang telah pulih dari kondisi awal dan bisa memberi informasi.

“Anak-anak yang sudah membaik, jika memungkinkan, kami minta keterangannya dengan tetap memperhatikan kondisi psikologis mereka,” kata Niko.

Terkait isu adanya korban meninggal, Kapolres menyebut data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat menunjukkan tidak ada nama korban meninggal yang tercatat dalam daftar resmi keracunan di wilayah Cihampelas.

“Kami masih verifikasi lebih lanjut ke rumah sakit dan pihak keluarga. Semua informasi harus akurat, jangan sampai simpang siur,” ucapnya.

Polres Cimahi juga membuka saluran pelaporan langsung via WhatsApp "Lapor Pak Kapolres", agar keluarga korban atau masyarakat bisa menyampaikan informasi penting. Beberapa laporan telah diterima dan langsung ditindaklanjuti.

Kapolres menegaskan bahwa penanganan kasus ini dilakukan secara transparan dan sesuai prosedur hukum. Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh informasi yang belum jelas sumbernya.

“Kita harus jaga suasana tetap kondusif. Percayakan proses penyelidikan ini pada aparat. Kami akan bekerja sebaik mungkin demi keadilan dan keselamatan warga,” jelasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....