Fesyen Sirkular: Upaya Mengurangi Limbah Industri Mode

  • 05 Jan 2026 15:34 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Fesyen sirkular atau circular fashion adalah pendekatan dalam industri mode yang bertujuan memperpanjang siklus hidup pakaian dan produk fesyen sehingga limbah dan dampak lingkungan dapat dikurangi secara signifikan. Dalam model ini, produk fesyen dirancang, diproduksi, digunakan, dan kemudian diolah kembali sehingga tidak cepat menjadi sampah.

Berbeda dengan cara produksi konvensional yang bersifat linear yakni buat, pakai, buang. Fesyen sirkular menerapkan prinsip reduce, reuse, recycle, serta regenerasi bahan agar produk tetap berada dalam ekosistem produksi selama mungkin. Pendekatan ini berupaya menciptakan sistem “loop tertutup” (closed-loop) yaitu bahan terus dipakai kembali dan tidak hanya berakhir di tempat pembuangan akhir.

Pada praktiknya, fesyen sirkular mencakup beberapa strategi, seperti desain pakaian yang tahan lama, penggunaan bahan yang dapat didaur ulang atau ramah lingkungan, hingga program perbaikan, penjualan kembali, atau peminjaman pakaian. Dengan begitu, jumlah pakaian yang dibuang dan sumber daya baru yang dibutuhkan dapat berkurang.

Selain itu, fesyen sirkular juga mendorong model bisnis baru, seperti penyewaan pakaian, pasar barang bekas (secondhand), layanan perbaikan dan upcycling yaitu pakaian lama diubah menjadi produk baru. Langkah-langkah ini membantu mengurangi tekanan terhadap sumber daya alam sekaligus memperpanjang umur produk tekstil.

Dalam menghadapi masalah besar seperti limbah tekstil yang terus meningkat, fesyen sirkular menjadi salah satu pendekatan yang dianggap lebih berkelanjutan. Pendekatan ini tidak hanya melibatkan produsen, tetapi juga konsumen untuk lebih bijak dalam memproduksi, membeli, dan menggunakan produk fesyen.

Rekomendasi Berita