Mengangkat Peran Perempuan Desa Dalam Pembangunan Negeri

  • 15 Okt 2025 13:23 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Setiap tanggal 15 Oktober, dunia memperingati Hari Perempuan Pedesaan Sedunia atau International Day of Rural Women. Hari yang ditetapkan oleh Majelis Umum PBB pada tahun 2007 sebagai bentuk penghargaan terhadap kontribusi penting perempuan pedesaan dalam pembangunan ekonomi, ketahanan pangan, dan pengelolaan sumber daya alam, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global.

Perempuan pedesaan merupakan tulang punggung kehidupan desa. Mereka tidak hanya berperan sebagai ibu rumah tangga, tetapi juga sebagai petani, pedagang, pengrajin, pendidik, bahkan penjaga lingkungan hidup. Di banyak negara berkembang, perempuan menyumbang hingga 50% atau lebih tenaga kerja pertanian, namun masih sering terpinggirkan dalam pengambilan keputusan dan akses terhadap sumber daya.

Contoh nyata peran perempuan pedesaan meliputi, mengelola pertanian keluarga, mulai dari menanam, memanen, hingga mengolah hasil pertanian. Mengasuh anak dan mendidik generasi penerus, juga melestarikan budaya lokal dan kearifan tradisional.

Meskipun kontribusinya besar, perempuan pedesaan menghadapi berbagai tantangan, Akses terbatas terhadap pendidikan dan layanan kesehatan. Minimnya kepemilikan tanah dan modal usaha. Kurangnya pelibatan dalam pengambilan keputusan desa. Beban kerja ganda, antara pekerjaan rumah tangga dan mata pencaharian.

Hari Perempuan Pedesaan Sedunia bukan sekadar perayaan simbolik. Ini adalah panggilan untuk menghargai, melindungi, dan memperkuat peran perempuan desa dalam membangun masyarakat yang adil dan berkelanjutan. Pembangunan tidak akan berhasil tanpa keterlibatan aktif perempuan, terutama mereka yang berada di garis depan kehidupan pedesaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....