Keutamaan Dzikir dalam Kehidupan Sehari-hari

  • 29 Sep 2025 08:25 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Dzikir kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjadi salah satu amalan yang bernilai tinggi, bahkan disebut sebagai ciri orang yang cerdas atau Ulul Albab. Ulul Albab adalah mereka yang memiliki kecerdasan pikiran, kepekaan perasaan, serta kelembutan hati, sehingga Allah memberikan kedudukan mulia bagi mereka.

Dilansir dari sebuah kajian Ustadz Hanan Ataqi bertema “Beningkan dari Hati” di kanal YouTube @HananAttaqi, Ust. Hanan menjelaskan bahwa dzikir bukan hanya sekadar bacaan lisan, melainkan amalan yang memberi kehidupan pada hati seorang mukmin.

“Orang yang berdzikir itu diibaratkan hidup, sedangkan yang tidak berdzikir bagaikan jasad tanpa nyawa,” ungkap Ust. Hanan dalam tausiyahnya.

Dalam kajian tersebut, ditegaskan bahwa Ulul Albab adalah orang-orang yang senantiasa mengingat Allah dalam keadaan apa pun, baik ketika berdiri, duduk, maupun berbaring. Hal ini menegaskan bahwa dzikir tidak hanya dilakukan di dalam shalat, melainkan juga menyertai setiap aktivitas kehidupan sehari-hari. Kata Ust. Hanan, dzikir adalah kunci kecerdasan hati dan kebeningan jiwa.

Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam memberikan perumpamaan bahwa hati yang berdzikir akan hidup, sementara hati yang lalai dari mengingat Allah menjadi mati. Artinya, ruh kehidupan seorang mukmin sesungguhnya berada dalam dzikir.

“Hati yang kosong dari dzikir ibarat pohon kering tanpa buah, tidak memberi manfaat,” tambahnya .

Adapun cara berdzikir kepada Allah ada dua, yaitu melalui lisan dan hati. Dzikir lisan dilakukan dengan mengucapkan kalimat-kalimat yang baik seperti Bismillah, Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, dan kalimat toyyibah lainnya.

“Kalimat sederhana ini ringan di lisan, tetapi sangat berat timbangannya di sisi Allah,” Ungkap Ust. Hannan mengutip hadits Rasulullah.

Selain itu, dzikir lisan juga dapat dilakukan dengan membiasakan membaca doa setelah shalat maupun menyebut nama Allah dalam setiap aktivitas. Bahkan, aktivitas mubah seperti makan, tidur, hingga bekerja bisa bernilai ibadah jika diawali dengan menyebut nama Allah. Inilah yang membuat dzikir menjadi amalan sederhana namun penuh keberkahan dalam kehidupan seorang muslim.

Sementara itu, dzikir hati atau dzikir kolbu dilakukan dengan menghadirkan keyakinan penuh terhadap kebesaran Allah dalam setiap kondisi. Ketika sedang mendapat ujian, seorang mukmin meyakini bahwa Allah akan memberikan ganti yang lebih baik. Saat tergoda melakukan dosa, mengingat Allah membuatnya kembali tenang dan mengurungkan niat.

“Dengan dzikir hati, kita belajar percaya dan yakin pada kasih sayang Allah sehingga hati menjadi tentram,” jelasnya.

Akhirnya, dzikir bukan hanya ritual ibadah, tetapi juga menjadi modal kebahagiaan seorang mukmin di dunia dan akhirat. Dengan membiasakan dzikir lisan dan dzikir hati, seorang muslim akan memperoleh ketenangan batin, keberkahan hidup, serta kedekatan dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....