Makanan Nostalgia, Masakan Tutut yang Kaya Protein

  • 22 Jul 2024 09:11 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Keong sawah (pila ampullacea) adalah sejenis siput air banyak dijumpai di perairan tawar, seperti sawah, aliran parit, serta danau. Hewan ini mempunyai bentuk menyerupai keong mas, tetapi keong sawah memiliki warna cangkang hijau pekat sampai hitam.

Keong sawah, atau di kalangan masyarakat Sunda di Jawa Barat, khususnya petani lebih suka menyebutnya dengan nama Tutut. Keong Sawah merupakan merupakan salah satu hama tanaman padi di sawah, dan menjadi musuh bagi para petani.

Dari sisi lain, hewan bercangkang ini bila diolah dan direbus dengan baik akan menjadi makanan yang memiliki kandungan gizi tinggi. Seperti yang dikatakan Nisa (19), ia sangat menyukai makanan tutut, dan suka mengajak teman-temanya untuk menikmati masakan tutut.

"Saya suka sekali makan tutut, karena selain segar, kenyal dan nikmat, juga ada gizinya apalagi kalau pedas, bumbunya enak sekali pokoknya", ungkapnya.

Dikatakannya, selain memiliki manfaat bagi kesehatan, menu masakan tutut juga menjadi makanan pelepas rindu di masa kecil dulu. Masakan tutut ini merupakan menu nostalgia, para orangtua biasanya mengajak anak cucunya untuk mencari dan menikmati masakan tutut.

Menurut Positive Deviance Resource Centre, keong sawah mempunyai kandungan protein 12%, kalsium 217 mg, rendah kolesterol, 81 gram air dalam 100 gram keong sawah, dan sisanya mengandung energi, protein, kalsium, karbohidrat, dan phosfor. Selain itu, tutut juga mempunyai kandungan vitamin A, E, niacinniacin dan folat, karenanya bisa dijadikan makanan alternatif pengganti protein hewani, selain nikmat harganya juga murah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....