Mengenal Peuyeum Bandung Oleh Oleh Khas Priangan

  • 15 Jul 2024 07:46 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Bagi para pecinta kuliner ini menjadi informasi yang menarik, apabila berjalan jalan di Bandung terutama di tempat belanja oleh oleh akan menemukan jenis makanan berbentuk singkong rasanya manis dan aromanya yang khas namanya Peuyeum Bandung.

Peuyeum Bandung merupakan salah satu kuliner khas yang ada di Kota dan Kabupaten Bandung. Nama kuliner ini terdiri dari dua kata, yaitu “Peuyeum” atau dalam bahasa Indonesia artinya tapai singkong. “Bandung” Makanan khas ini sendiri awalnya banyak dihasilkan dari daerah Cipeyeum, konon karena banyak dihasilkan dari daerah tersebut, maka tape singkong ini kemudian disingkat dengan sebutan peuyeum.

Peuyeum Bandung tetap digemari meski sekarang tumbuh dan berkembang kuliner kuliner dengan kreasi dan varian baru. Peuyeum tetap menjadi primadona terutama bagi pencinta makanan yang loyal.

Mungkin banyak orang belum tahu apa itu peuyeum? dari mana dan seperti apa pengolahan makanan khas bandung ini. Peuyeum bandung memiliki ciri khas dan cita rasa berbeda dengan daerah lain di Jawa Barat. Peuyeum bandung memiliki cita rasa yang manis dan sedikit rasa asam.

Dengan cita rasa itu banyak wisatawan luar daerah yang menyukainya dan sering menjadi oleh-oleh di bawa pulang selain itu merasa tak afdol kalau ke Bandung ga bawa oleh-oleh peuyeum. Kalau berwisata ke kota bandung banyak yang menjajakannya seperti di jalan Pasteur, jl Cihampelas, di terminal Leuwipanjang, dan di beberapa tempat lain. Namun alangkah baiknya mengetahui asal usul dan proses pembuatan nya tak hanya sekedar menikmati dan cita rasanya semata.

Arti Peuyeum bandung dua kosa kata yaitu peuyeum atau dalam arti bahasa Indonesia tapai singkong dan bandung merupakan nama kota tempat produksinya, yaitu kabupaten bandung. Jadi peuyeum bandung merupakan makanan dengan bahan dasar singkong maka tak heran jika sentra peuyeum bandung merupakan wilayah produksi singkong berlimpah asal usul peuyeum bandung dari daerah.

Singkong sebagai bahan pembuatan peuyeum memang semenjak zaman penjajahan sudah di kenal masyarakat bandung sebagai pengganti nasi yang kala itu sangat sulit di peroleh produksi singkat yang berlimpah terkadang membuat sebagian yang belum di konsumsi atau diolah menjadi busuk.

Untuk mencegah agar jangan sampai busuk salah satunya melalui upaya pengolahan dan pengawetan dilakukan melalui proses fermentasi menggunakan bahan ragi.Kualitas singkong serta proses dalam cara pembuatan akan menentukan kualitas peuyeum yang dihasilkan.

Permintaan peuyeum meluas ke kota bandung dan ke daerah provinsi Jawa barat . Begitu pula animo pembeli yang cukup tinggi membuat industri peuyeum semakin berkembang.

Cemilan satu ini juga di yakini dapat menghangatkan tubuh. ragi sebagai bahan fermentasi memang menjadi faktor utama yang menimbulkan efek hangat pada tubuh setelah menyantap tubuh hingga saat ini. Peuyeum bandung bisa dikirim ke kota/ kab bandung, garut, cianjur dan ke daerah serta propinsi lain untuk di penjual belikan sebagian besar sebagai oleh- oleh dan sebagai bahan utama kuliner yang lain seperti colenak (di cocok enak).

Proses pembuatan Peuyeum cukup mudah. Menurut penuturan salah seorang penjual sekaligus pembuat peyeum, Dadan, bahan yang dibutuhkan hanyalah singkong, air, dan ragi. Proses pertama adalah mengupas kulit singkong, kemudian dicuci bersih. Biasanya, singkong untuk membuat peuyeum adalah singkong utuh yang hanya dipotong pada bagian ujung atas dan bawah saja. Setelah bersih semua, singkong kemudian direndam sebentar lalu ditaruh dalam 3 dandang berisi air untuk direbus sebanyak dua kali hingga setengah matang.

Rebusan pertama selama 1,5 jam, sedang yang kedua selama 1 jam. Selesai direbus, singkong ditiriskan kemudian ditaburi ragi. Singkong yang sudah diberi ragi disusun dalam keranjang bambu yang diberi alas daun pisang. Diamkan selama 2-3 hari hingga proses fermentasi selesai dan menghasilkan Peuyeum yang manis serta empuk dan tidak lembek.

Peuyeum selain diolah menjadi colenak, dapat pula digunakan sebagai bahan dasar kue, yang inovatif sehingga menjadi bahan alternativ pengganti bahan tepung terigu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....