Mengenal Burayot Kudapan Manis Khas Garut

  • 26 Agt 2026 23:13 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Garut : Burayot merupakan salah satu kue tradisional khas dari Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang memiliki cita rasa manis nan legit. Kudapan berbahan dasar tepung beras dan gula merah ini sangat populer di wilayah Garut bagian selatan, khususnya kecamatan Leles, Kadungora, dan Wanaraja.

Nama "burayot" berasal dari bahasa Sunda, yaitu ngaburayot, yang menggambarkan bentuk fisiknya yang gelambir atau menggantung setelah diangkat dari wajan penggorengan. Proses pembuatan burayot terbilang cukup sederhana namun membutuhkan keahlian khusus agar teksturnya pas.

Bahan utamanya hanya terdiri dari tepung beras mentimun atau tepung beras tumbuk halus, gula merah cair, dan sedikit minyak goreng. Gula merah cair yang sudah dididihkan dicampur dengan tepung beras hingga membentuk adonan yang pas.

Keahlian utama pembuat burayot diuji saat adonan digoreng dalam minyak panas dan diangkat menggunakan sumpit bambu khusus di bagian tengahnya hingga membentuk kerutan yang khas. Cita rasa burayot yang unik berasal dari perpaduan teksturnya yang renyah di bagian luar namun lembut dan legit di bagian dalam.

Sensasi manis alami gula Aren atau gula merah langsung menyapa lidah saat gigitan pertama. Kue ini sangat nikmat disantap dalam kondisi hangat, didampingi secangkir kopi hitam pahit atau teh hangat tanpa gula untuk menyeimbangkan rasa manisnya yang pekat.

Bagi masyarakat Garut, burayot bukan sekadar makanan ringan pencuci mulut, melainkan simbol kehangatan dan kebersamaan. Kudapan ini kerap hadir dalam berbagai acara penting, seperti hajatan, syukuran, hingga menjadi hidangan khas saat perayaan Hari Raya Idulfitri.

Tradisi menyajikan burayot secara turun-temurun ini berhasil menjaga eksistensi kuliner lokal di tengah gempuran aneka jajanan modern. Kini, burayot telah bertransformasi menjadi salah satu oleh-oleh wajib bagi para wisatawan yang berkunjung ke Garut.

Seiring perkembangan zaman, para pengrajin burayot juga mulai berinovasi dengan menghadirkan beragam varian rasa modern seperti cokelat, keju, wijen, hingga hijau teh (green tea) tanpa meninggalkan rasa originalnya. Eksistensi burayot tidak hanya melestarikan warisan leluhur, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian UMKM masyarakat lokal di Garut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....